Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, pada Minggu malam, 25 Mei 2025, mengakibatkan bencana tanah longsor. Tebing setinggi puluhan meter runtuh, menutup akses jalan utama Bungbulang-Mekarmukti dan mengganggu aktivitas warga.
Material longsor yang menutup jalan mengakibatkan terhambatnya aktivitas warga, mulai dari berangkat kerja hingga anak-anak pergi ke sekolah. Insiden ini juga berdampak pada sistem irigasi di sekitar lokasi.
Jalan Bungbulang-Mekarmukti Terputus Akibat Longsor
Longsor terjadi di Kampung Cisarua, RT 001 RW 006, Desa Hanjuang, sekitar pukul 23.15 WIB. Material longsor menutupi badan jalan, membuat akses jalan utama tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kapolsek Bungbulang, AKP Yuslianto, membenarkan kejadian ini. Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun akses jalan bagi warga menjadi terhambat.
Selain jalan, saluran irigasi juga terdampak. Aliran air terputus akibat tersumbatnya saluran irigasi oleh material longsor.
Dampak Longsor terhadap Warga dan Infrastruktur
Material longsor bahkan sempat menutupi sebagian teras rumah warga dan merusak area persawahan. Hal ini menambah dampak negatif dari bencana alam tersebut terhadap kehidupan warga sekitar.
Warga bersama pemerintah setempat langsung melakukan evakuasi material longsor. Upaya pembersihan material longsor dilakukan secara gotong royong untuk membuka kembali akses jalan dan memulihkan saluran irigasi.
Situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan terkendali. Meski demikian, kendaraan roda dua dan roda empat masih belum bisa melintas hingga pembersihan selesai.
Upaya Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan
AKP Yuslianto menghimbau agar warga tetap waspada. Himbauan ini khususnya ditujukan kepada warga yang tinggal di wilayah rawan longsor mengingat intensitas hujan yang masih tinggi di Garut Selatan.
Pembersihan material longsor masih terus berlangsung. Upaya ini membutuhkan kerja sama dan gotong royong dari berbagai pihak untuk mengembalikan akses jalan dan irigasi.
Proses pemulihan diharapkan dapat segera diselesaikan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam, khususnya di daerah rawan longsor.
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya infrastruktur yang tahan terhadap bencana alam. Perencanaan tata ruang yang baik dan mitigasi bencana yang efektif menjadi krusial untuk meminimalisir dampak bencana serupa di masa depan. Semoga proses pemulihan berjalan lancar dan warga terdampak dapat segera kembali beraktivitas normal.






