Kanker saluran empedu, atau cholangiocarcinoma, adalah kanker yang berkembang di saluran empedu, yaitu tabung yang membawa empedu dari hati dan kantung empedu ke usus kecil. Empedu berperan penting dalam pencernaan lemak. Cholangiocarcinoma relatif jarang terjadi, tetapi termasuk kanker yang agresif dan dapat menyebar dengan cepat. Diagnosis seringkali terlambat karena gejala awal seringkali tidak spesifik.
Apa itu Cholangiocarcinoma?
Cholangiocarcinoma terjadi ketika sel-sel yang melapisi saluran empedu mengalami mutasi genetik, menyebabkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan membentuk tumor. Kondisi ini berbahaya karena seringkali terdeteksi pada stadium lanjut, setelah sel kanker telah menyebar (metastasis), sehingga mempersulit pengobatan.
Jenis-jenis Cholangiocarcinoma
Berdasarkan lokasi tumor di saluran empedu, cholangiocarcinoma dibagi menjadi tiga jenis utama:
Intrahepatic Cholangiocarcinoma
Jenis ini berkembang di dalam hati. Karena lokasinya yang dekat dengan kanker hati, diagnosis seringkali membingungkan dan membutuhkan pemeriksaan yang teliti untuk membedakannya.
Perihilar Cholangiocarcinoma (Tumor Klatskin)
Tumor ini muncul di titik pertemuan saluran empedu kanan dan kiri, sebelum bergabung menjadi saluran empedu umum. Lokasi ini membuat pembedahan menjadi lebih kompleks.
Distal Cholangiocarcinoma
Kanker ini berkembang di bagian bawah saluran empedu, dekat dengan usus kecil. Karena letaknya yang lebih mudah diakses, distal cholangiocarcinoma seringkali terdeteksi lebih awal dibandingkan jenis lainnya.
Gejala Cholangiocarcinoma
Pada stadium awal, cholangiocarcinoma seringkali tanpa gejala. Namun, seiring pertumbuhan dan penyebaran tumor, gejala-gejala berikut dapat muncul:
Penting untuk diingat bahwa gejala-gejala ini tidak selalu menunjukkan cholangiocarcinoma. Banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala serupa. Namun, jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, terutama kombinasi beberapa gejala, segera konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penyebab dan Faktor Risiko Cholangiocarcinoma
Penyebab pasti cholangiocarcinoma belum sepenuhnya dipahami. Namun, mutasi genetik pada sel-sel saluran empedu dipercaya sebagai faktor utama. Peradangan kronis pada saluran empedu juga dapat meningkatkan risiko.
Faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena cholangiocarcinoma meliputi:
Diagnosis Cholangiocarcinoma
Diagnosis cholangiocarcinoma dimulai dengan riwayat kesehatan lengkap dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien, riwayat penyakit hati, dan kebiasaan hidup seperti konsumsi alkohol dan merokok. Pemeriksaan fisik dapat mendeteksi jaundice dan pembesaran hati (hepatomegali).
Untuk menentukan stadium kanker dan merencanakan pengobatan, dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan berikut:
Pengobatan Cholangiocarcinoma
Pilihan pengobatan untuk cholangiocarcinoma bergantung pada jenis, stadium, dan kondisi kesehatan umum pasien. Berikut beberapa pilihan pengobatan yang umum digunakan:
Operasi
Pembedahan bertujuan mengangkat sebanyak mungkin jaringan kanker. Pada kasus awal, operasi mungkin hanya melibatkan pengangkatan sebagian saluran empedu dan penyambungan kembali. Pada kasus yang lebih lanjut, operasi Whipple (pengangkatan saluran empedu, kantung empedu, bagian pankreas, dan sebagian usus kecil) mungkin diperlukan.
Transplantasi Hati
Transplantasi hati merupakan pilihan jika sel kanker belum menyebar ke organ lain. Ini terutama dipertimbangkan untuk perihilar cholangiocarcinoma tahap awal.
Terapi Radiasi
Radioterapi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk menghancurkan sel kanker dan mengecilkan tumor. Ini dapat digunakan sebelum atau sesudah operasi, atau sebagai pengobatan utama jika operasi tidak memungkinkan.
Kemoterapi
Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Obat-obatan seperti gemcitabine, cisplatin, dan oxaliplatin sering digunakan. Kemoterapi dapat digunakan untuk pasien stadium lanjut untuk meringankan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit.
Terapi Target
Terapi target menggunakan obat-obatan yang secara spesifik menargetkan protein atau molekul yang terlibat dalam pertumbuhan sel kanker. Obat-obatan seperti tyrosine kinase inhibitors (TKI) seperti cabozantinib dan lenvatinib dapat menjadi pilihan untuk pasien yang tidak dapat menjalani operasi atau transplantasi hati.
Imunoterapi
Imunoterapi memanfaatkan sistem imun tubuh untuk melawan sel kanker. Ini sering digunakan untuk pasien stadium lanjut yang tidak merespon pengobatan lain, seperti pembrolizumab.
Perawatan Paliatif
Perawatan paliatif berfokus pada peningkatan kualitas hidup pasien dengan meringankan gejala seperti nyeri, mual, dan masalah pencernaan. Perawatan paliatif penting untuk pasien stadium lanjut yang penyakitnya tidak dapat disembuhkan.
Cholangiocarcinoma adalah penyakit serius yang memerlukan diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu. Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan.
Kesimpulannya, cholangiocarcinoma merupakan kanker yang kompleks dengan berbagai faktor risiko dan pilihan pengobatan. Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan prognosis pasien.






