Bayangkan Anda mendengar tentang kehamilan kembar. Pikiran pertama mungkin tertuju pada apakah bayi kembar tersebut identik atau fraternal. Namun, tahukah Anda ada jenis kehamilan kembar yang jauh lebih langka dan unik, yaitu superfekundasi heteropaternal?
Superfekundasi heteropaternal adalah kondisi di mana seorang wanita hamil kembar dengan ayah yang berbeda. Kejadian ini seringkali terdengar seperti mitos, namun penjelasan medisnya cukup masuk akal.
Bagaimana Anak Kembar Bisa Beda Ayah?
Meskipun sangat jarang terjadi, kehamilan kembar beda ayah adalah hal yang memungkinkan. Fenomena ini terjadi karena superfekundasi, di mana seorang wanita melepaskan dua sel telur dalam satu siklus menstruasi. Sel telur-telur ini kemudian dibuahi pada waktu yang berbeda oleh sperma dari dua pria berbeda.
Proses pembuahan biasanya terjadi dalam waktu yang berdekatan, kurang dari satu minggu. Ini berarti wanita tersebut mungkin berhubungan intim dengan dua pria berbeda dalam periode waktu yang dekat selama masa suburnya.
Penting untuk diingat bahwa dua sperma tidak dapat membuahi satu sel telur yang sama. Pembuahan terjadi secara terpisah pada masing-masing sel telur.
Menurut Office for Science and Society, penyebab utama superfekundasi adalah hiperovulasi, yaitu kondisi di mana ovarium melepaskan lebih dari satu sel telur dalam satu siklus menstruasi. Kondisi ini sendiri tergolong jarang terjadi.
Tingkat kesamaan genetik pada kembar bervariasi. Kembar identik berbagi 100% gen karena berasal dari satu sel telur dan satu sperma. Kembar fraternal berbagi sekitar 50% gen. Sedangkan pada kembar superfekundasi heteropaternal, persentase kemiripan genetik diperkirakan hanya sekitar 25%.
Cara Mengonfirmasi Hamil Kembar Beda Ayah
Kehamilan kembar beda ayah tidak memiliki tanda-tanda khusus yang terlihat pada pemeriksaan USG rutin. Jika pembuahan terjadi dalam waktu dekat, perkembangan kedua janin kemungkinan besar akan tampak serupa.
Satu-satunya cara yang akurat untuk memastikan kehamilan kembar beda ayah adalah melalui tes DNA. Tes ini dapat dilakukan baik saat janin masih dalam kandungan maupun setelah bayi dilahirkan.
Tes DNA pada janin melibatkan pengambilan sampel jaringan dari vili korialis (bagian plasenta). Namun, prosedur ini berisiko tinggi menyebabkan infeksi pada janin, sehingga umumnya tidak disarankan.
Oleh karena itu, konfirmasi superfekundasi heteropaternal biasanya dilakukan melalui tes DNA setelah bayi dilahirkan. Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda jika Anda memiliki kekhawatiran atau ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Apakah Superfekundasi Heteropaternal Berbahaya?
Kasus kehamilan kembar beda ayah sangat jarang dilaporkan, sehingga informasi mengenai risikonya masih terbatas. Namun, diperkirakan kehamilan ini dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur pada salah satu janin.
Meskipun pembuahan terjadi dalam waktu berdekatan, perkembangan janin bisa berbeda, sehingga satu janin mungkin belum siap lahir saat yang lain sudah matang.
Selain itu, ibu yang mengalami superfekundasi heteropaternal juga berisiko mengalami komplikasi kehamilan kembar pada umumnya, seperti anemia karena kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi untuk dua janin.
Risiko intrauterine growth restriction (IUGR) juga meningkat jika asupan nutrisi tidak mencukupi. Superfekundasi heteropaternal juga berpotensi memengaruhi hubungan antara ibu dan ayah dari kedua anak.
Dukungan dari profesional kesehatan sangat penting dalam situasi ini, terutama jika Anda atau pasangan merasa membutuhkannya. Berikan perawatan terbaik bagi kedua janin, dan konsultasikan dengan dokter kandungan Anda untuk mengatasi kekhawatiran dan pertanyaan.
Kesimpulan
Meskipun kasus superfekundasi heteropaternal sangat langka, penting untuk memahami kemungkinan terjadinya dan potensi risikonya. Informasi ini membantu meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan yang tepat bagi mereka yang mengalaminya.






