Kanker payudara merupakan penyakit yang umum didengar, namun tahukah Anda tentang ductal carcinoma in situ (DCIS)? DCIS merupakan pertumbuhan sel abnormal pada saluran susu (duktus) di payudara. Memahami DCIS penting untuk pencegahan dan penanganan kanker payudara secara menyeluruh.
DCIS adalah bentuk awal kanker payudara karena sel-sel abnormal tersebut masih terbatas pada saluran susu dan belum menyebar ke jaringan payudara lainnya. Oleh karena itu, DCIS sering disebut sebagai kanker payudara stadium 0 atau kanker non-invasif. Kemampuan penyembuhannya tinggi jika terdeteksi dan ditangani sedini mungkin.
Meskipun umumnya tidak menyebar (metastasis) ke organ lain, ada kemungkinan DCIS dapat menyebar ke luar payudara dan berkembang menjadi karsinoma duktal invasif, sebuah bentuk kanker payudara yang lebih serius. Deteksi dini sangat krusial untuk mencegah perkembangan tersebut.
Apa itu ductal carcinoma in situ?
Ductal carcinoma in situ (DCIS) adalah pertumbuhan sel-sel abnormal di dalam saluran susu payudara. Sel-sel ini bersifat abnormal dan memiliki potensi untuk berkembang menjadi kanker invasif. Namun, sel-sel tersebut belum menyerang jaringan payudara di sekitarnya. Inilah mengapa DCIS dikategorikan sebagai kanker non-invasif.
Karena sifatnya yang non-invasif, DCIS seringkali disembuhkan sepenuhnya dengan penanganan yang tepat. Namun, penting untuk memahami bahwa meskipun non-invasif, DCIS tetap memerlukan perhatian medis untuk mencegah potensi perkembangannya menjadi kanker invasif.
Apakah ductal carcinoma in situ bisa sembuh?
Ya, sebagai jenis kanker payudara non-invasif, DCIS masih bisa disembuhkan. Keberhasilan pengobatan sangat bergantung pada deteksi dini dan penanganan yang tepat. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang kesembuhannya.
Gejala ductal carcinoma in situ
Sayangnya, DCIS seringkali tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Banyak kasus DCIS terdeteksi secara tidak sengaja melalui mamografi (pemeriksaan payudara dengan sinar-X) yang dilakukan untuk tujuan skrining atau pemeriksaan kondisi lain. Oleh karena itu, mammografi rutin sangat penting, terutama untuk wanita di atas usia 40 tahun.
Meskipun begitu, beberapa wanita dengan DCIS mungkin mengalami beberapa gejala, seperti benjolan pada payudara, keluarnya cairan dari puting susu, perubahan bentuk atau ukuran payudara, atau perubahan tekstur kulit payudara. Namun, gejala-gejala ini tidak spesifik dan bisa disebabkan oleh berbagai kondisi lainnya.
- Payudara membesar
- Keluar cairan bening dari puting
- Benjolan pada payudara
- Kulit payudara mengerut, menebal, atau berlesung
Penyebab ductal carcinoma in situ
Penyebab pasti DCIS belum diketahui sepenuhnya. Namun, mutasi genetik pada DNA sel-sel di saluran susu diduga berperan penting dalam perkembangan DCIS. Beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena DCIS.
Penting untuk diingat bahwa memiliki faktor risiko tidak berarti Anda pasti akan terkena DCIS. Faktor genetik dan gaya hidup memainkan peranan yang kompleks dalam perkembangan penyakit ini.
- Riwayat kanker payudara dalam keluarga
- Riwayat pribadi kanker payudara atau hiperplasia atipikal
- Berusia di atas 30 tahun
- Berjenis kelamin wanita
- Mutasi genetik (BRCA1 dan BRCA2)
- Menstruasi pertama sebelum usia 12 tahun
- Menopause di atas 55 tahun
- Jaringan payudara padat
- Anak pertama setelah usia 30 tahun
- Belum pernah hamil atau menyusui
- Riwayat terapi radiasi pada payudara atau dada
Diagnosis ductal carcinoma in situ
Sebagian besar kasus DCIS (lebih dari 90%) terdeteksi melalui mamografi. Pada mamografi, DCIS terlihat sebagai bercak-bercak kecil pada jaringan payudara. Jika ditemukan sesuatu yang mencurigakan, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan payudara, dilakukan untuk memastikan diagnosis. Hasil biopsi akan menentukan jenis dan tingkat keparahan DCIS, yang selanjutnya akan menentukan rencana perawatan yang tepat.
Pengobatan DCIS
Meskipun non-invasif, DCIS memerlukan pengobatan untuk mencegah perkembangan menjadi kanker invasif. Pilihan pengobatan bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk ukuran dan lokasi DCIS, usia pasien, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Konsultasi dengan dokter spesialis onkologi sangat penting untuk menentukan rencana pengobatan yang tepat dan aman. Berikut beberapa pilihan pengobatan yang mungkin direkomendasikan:
- Lumpektomi: operasi pengangkatan tumor dan sebagian jaringan sehat di sekitarnya.
- Terapi radiasi: penggunaan radiasi untuk menghancurkan sel kanker. Biasanya dilakukan setelah lumpektomi.
- Mastektomi: pengangkatan seluruh payudara. Digunakan jika tumor besar atau menyebar.
- Terapi hormon: penggunaan obat-obatan untuk memblokir hormon yang dapat meningkatkan pertumbuhan kanker.
Setelah pengobatan, pemantauan rutin sangat penting. Pemeriksaan fisik dan mamografi berkala akan membantu mendeteksi kemungkinan kekambuhan atau perkembangan kanker.
Kesimpulan
DCIS merupakan bentuk awal kanker payudara yang masih dapat disembuhkan jika ditangani sejak dini. Deteksi dini melalui mamografi rutin sangat penting. Pengobatan DCIS bervariasi, dan keputusan pengobatan harus dilakukan setelah konsultasi dengan dokter spesialis.
Penting untuk selalu menjaga kesehatan payudara dan melakukan pemeriksaan rutin. Jika Anda memiliki kekhawatiran atau gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter Anda.






