Raja Charles & William Boikot Pelantikan Paus: Siapa Pengganti?

Redaksi

Raja Charles & William Boikot Pelantikan Paus: Siapa Pengganti?
Sumber: Liputan6.com

Pengumuman mengejutkan datang dari Istana Buckingham. Raja Charles III dan Pangeran William tidak akan menghadiri pelantikan Paus Leo XIV pada Minggu, 18 Mei 2025. Keputusan ini disampaikan oleh juru bicara istana, yang menyatakan bahwa Pangeran Edward, Duke of Edinburgh, akan mewakili keluarga kerajaan Inggris dalam upacara sakral tersebut di Vatikan.

Berita ini tentu menarik perhatian publik mengingat pentingnya acara pelantikan Paus bagi dunia internasional. Ketidakhadiran Raja Charles dan Putra Mahkota William menimbulkan pertanyaan mengenai alasan di balik keputusan tersebut. Penjelasan resmi dari istana belum dikeluarkan.

Siapa yang Akan Mewakili Kerajaan Inggris?

Duke of Edinburgh, Pangeran Edward, dipilih untuk mewakili Raja Charles III dalam pelantikan Paus Leo XIV. Ini bukanlah kali pertama anggota kerajaan mewakili raja dalam acara keagamaan di Vatikan.

Tradisi pengiriman perwakilan untuk acara-acara penting di Vatikan sudah lama terjalin dalam hubungan diplomatik antara Inggris dan Takhta Suci. Pilihan Pangeran Edward menunjukkan pentingnya menjaga hubungan baik tersebut.

Alasan Ketidakhadiran Raja Charles dan Pangeran William

Istana Buckingham belum secara resmi menjelaskan alasan ketidakhadiran Raja Charles III dan Pangeran William. Namun, spekulasi beredar di media.

Beberapa media menduga hal ini terkait dengan agenda kerajaan yang padat. Mungkin ada pertimbangan lain yang belum diungkapkan publik.

Pangeran William di Pemakaman Paus Fransiskus

Baru beberapa minggu lalu, Pangeran William mewakili keluarga kerajaan Inggris dalam pemakaman Paus Fransiskus di Roma. Kehadirannya mendapat pujian luas atas sikapnya yang tenang dan terhormat.

Penampilan Pangeran William di pemakaman Paus Fransiskus menuai banyak pujian dari publik. Ia dinilai sebagai representasi yang baik dari kerajaan Inggris.

Namun, terdapat insiden menarik pada pemakaman tersebut. Pangeran William, bersama Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer, ditempatkan di barisan belakang, sementara pemimpin dunia lain berada di barisan depan.

Ternyata, penempatan duduk tersebut bukan berdasarkan hierarki kekuasaan, melainkan berdasarkan urutan abjad nama negara dalam bahasa Prancis. Hal ini dijelaskan oleh Kardinal Vincent Nichols, pemimpin Katolik di Inggris dan Wales.

Sistem penataan tempat duduk ini bertujuan untuk meredakan “ego besar” para pemimpin dunia. Bahasa Prancis dipilih sebagai bahasa diplomasi, sehingga mengubah urutan yang diprediksi penutur Bahasa Inggris.

Amerika Serikat, dengan nama “Etats-Unis d’Amerique”, muncul lebih awal dalam urutan abjad, sementara Inggris, “Royaume-Uni,” berada di urutan belakang. Inilah yang menjelaskan posisi Pangeran William di barisan belakang.

Ketidakhadiran Kate Middleton di Pemakaman Paus Fransiskus

Kate Middleton tidak mendampingi Pangeran William di pemakaman Paus Fransiskus. Hal ini dijelaskan oleh Hello! Magazine karena tanggung jawab keluarga yang signifikan.

Putri Wales saat itu tengah sibuk mempersiapkan perayaan ulang tahun putranya, Pangeran Louis, dan putrinya, Putri Charlotte. Anak-anak mereka juga memiliki kegiatan ekstrakurikuler dan pelajaran akhir pekan.

Keputusan William untuk menghadiri pemakaman sendirian juga memperlihatkan perannya sebagai negarawan global dan calon raja. Tradisi modern dan posisi William sebagai Pembela Iman memengaruhi kehadirannya di acara keagamaan Katolik.

Penulis kerajaan Robert Hardman mencatat bahwa William menghormati lembaga agama, tetapi tidak secara naluriah merasa nyaman di lingkungan tersebut. Ia juga belum pernah bertemu langsung Paus Fransiskus, tidak seperti ayahnya yang memiliki beberapa pertemuan dengan Paus Fransiskus.

Kesimpulannya, ketidakhadiran Raja Charles III dan Pangeran William di pelantikan Paus Leo XIV menimbulkan rasa ingin tahu, meski telah dijelaskan dengan perwakilan dari keluarga kerajaan. Peristiwa ini juga mengingatkan kita kembali pada protokol dan tradisi yang kompleks dalam hubungan antar negara dan agama, serta tantangan dalam mengatur acara berskala internasional dengan banyaknya tokoh penting yang hadir.

Also Read

Tags

Leave a Comment

SLOT367 https://www.sinamism.com
SLOT367
SLOT367 slot367 gajah55 gajah55 gajah55 GAJAH55 gajah55 https://linktr.ee/SLOTS367ID https://heylink.me/SLOT367_ID/ https://stmik-indonesia.ac.id
https://stiemuarateweh.ac.id https://www.nhm.ac.id https://unidaaceh.ac.id/ https://www.upgrismg.ac.id https://stmt-trisakti.ac.id https://stikfamika.ac.id https://journal.iaialhikmahtuban.ac.id toto macau auto7slot link login auto7slot https://heylink.me/sejoli76/ https://sejoli76.it.com/ sejoli76 sejoli76 sejoli76 sejoli76 https://akarweb.lotsgroup.com/ https://signere.keyforce.no/ https://pimeditor.damensch.com/ https://waynestakeaway.rshosting.no/ https://testlogin2.giftedmatrix.net/ https://api.hrp.test.ibasis.co.uk/ eksplorasi model probabilitas dinamika sistem dalam permainan digital eksplorasi sistem algoritma dinamika statistik dalam menentukan hasil eksplorasi variansi hasil probabilitas melalui analisis sistem permainan evaluasi algoritma berbasis data memahami probabilitas hasil permainan evaluasi distribusi statistik algoritma dalam menentukan hasil sistem evaluasi statistik terhadap dinamika variansi algoritma dalam sistem evaluasi statistik terhadap variansi rtp permainan digital berbasis kajian komputasional terhadap distribusi data dinamika rtp dalam kajian model sistem algoritma dalam menentukan pola distribusi kajian probabilitas empiris terhadap variansi hasil sistem permainan