Menjaga kebugaran tubuh dengan olahraga rutin sangat penting bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil (promil). Namun, tak semua olahraga aman untuk kesuburan. Berikut beberapa jenis olahraga yang sebaiknya dihindari saat promil.
Daftar Olahraga yang Dilarang Saat Program Hamil
Beberapa latihan dapat mengganggu keseimbangan hormon, meningkatkan stres oksidatif, dan memengaruhi siklus menstruasi. Jika dilakukan berlebihan, hal ini dapat menjadi penyebab susah hamil. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui olahraga yang sebaiknya dihindari selama promil.
1. Angkat Beban yang Terlalu Berat
Meskipun angkat beban dapat meningkatkan kesuburan pada pria, latihan dengan beban terlalu berat berdampak negatif pada program hamil. Latihan ini dapat menyebabkan lonjakan hormon stres seperti kortisol, mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Pilihlah beban lebih ringan dengan repetisi lebih banyak, sekitar dua jam latihan seminggu.
2. Lari Jarak Jauh
Lari jarak jauh dengan intensitas tinggi dapat menurunkan kadar progesteron, hormon penting dalam ovulasi. Stres fisik juga mengganggu siklus menstruasi, menghambat kehamilan. Jika ingin tetap lari, pilihlah lari santai (easy run) intensitas rendah-sedang, sekitar 30 menit setiap hari.
3. High-Intensity Interval Training (HIIT)
HIIT efektif membakar kalori, tetapi intensitasnya tinggi dapat menurunkan peluang kehamilan, terutama pada wanita dengan IMT normal. Sebuah studi dalam *F&S Reports* (2023) mendukung hal ini. HIIT yang terlalu sering juga berisiko menyebabkan kelelahan ekstrem.
4. Olahraga Kontak
Olahraga kontak seperti sepak bola, basket, dan bela diri berisiko cedera tinggi akibat benturan dan jatuh. Cedera di perut atau panggul dapat mengganggu fungsi organ reproduksi. Stres berlebihan akibat cedera juga mengganggu keseimbangan hormon.
5. Yoga dengan Gerakan Ekstrem
Pose yoga ekstrem, seperti inversi (kepala di bawah), dapat mengganggu aliran darah ke organ reproduksi. Gerakan yang menekan perut dapat menyebabkan torsi ovarium, yaitu terpuntirnya indung telur yang menghambat aliran darah. Pilihlah yoga dengan gerakan ringan dan menenangkan.
6. Bersepeda (Durasi Panjang)
Bersepeda lama memberi tekanan berlebih pada testis, memengaruhi kualitas sperma karena peningkatan suhu di sekitarnya. Pada wanita, olahraga intensitas berat lebih dari 60 menit dapat mencegah ovulasi. Sebuah penelitian dalam *Sports Medicine* (2017) menyebutkan olahraga berlebihan memicu stres yang menghambat ovulasi.
7. Olahraga untuk Menurunkan Berat Badan (Ekstrem)
Olahraga ekstrem untuk menurunkan berat badan sangat dilarang saat promil. Peningkatan aktivitas fisik dan diet ekstrem dapat menyebabkan defisit kalori berlebihan, mengganggu keseimbangan hormon. Ini dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak normal dan menghambat ovulasi.
Memilih olahraga tepat penting bagi pasangan promil. Fokuslah pada olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan kesuburan. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai olahraga tertentu.
Kesimpulan
Selain olahraga yang telah disebutkan, penting juga untuk memperhatikan pola makan sehat, mengelola stres, dan mendapatkan istirahat cukup untuk meningkatkan peluang keberhasilan program hamil. Kebugaran fisik dan mental yang seimbang merupakan kunci penting dalam proses ini.
Ingatlah bahwa setiap tubuh berbeda, sehingga penting untuk mendengarkan tubuh Anda dan menyesuaikan intensitas olahraga sesuai kebutuhan. Jika mengalami gejala yang tidak biasa, seperti nyeri hebat atau pendarahan, segera konsultasikan dengan dokter.






