Pengusaha sukses Jusuf Hamka kembali menjadi korban penipuan online. Oknum tak bertanggung jawab mencatut namanya di media sosial untuk melancarkan aksi penipuan. Berbagai modus digunakan, mulai dari undian berhadiah hingga promosi situs judi online. Berikut beberapa kasus penipuan yang mengatasnamakan Jusuf Hamka yang perlu diwaspadai.
Penipuan Undian Berhadiah Rp 53 Juta
Akun palsu di Facebook, atas nama H Yusuf Hamka, menyebarkan informasi palsu tentang undian berhadiah. Postingan tersebut diunggah pada 3 Desember 2024. Kontennya berupa video Jusuf Hamka dengan narasi ajakan menebak nama kendaraan untuk mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 53 juta. Peserta diminta menghubungi nomor WhatsApp yang tertera untuk mengklaim hadiah.
Informasi ini sepenuhnya tidak benar. Jangan tertipu dengan iming-iming hadiah besar yang meminta Anda untuk menghubungi nomor telepon yang tidak dikenal. Selalu waspadalah terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang menjanjikan keuntungan finansial yang mudah.
Penipuan Janji Uang untuk Pembangunan Rumah
Modus penipuan lainnya menggunakan janji bantuan dana untuk pembangunan rumah. Akun Facebook bernama Jusuf Hamka, pada 22 Juni 2024, mengunggah postingan yang menjanjikan uang untuk pembangunan rumah. Syaratnya, calon penerima bantuan harus bergabung ke dalam grup Facebook tertentu, membagikan postingan tersebut sebanyak sepuluh kali, dan mendaftar melalui tautan yang diberikan.
Postingan ini telah dilihat jutaan kali dan dibagikan ratusan kali. Namun, ini adalah penipuan. Jusuf Hamka tidak pernah menawarkan program bantuan dana pembangunan rumah dengan cara seperti itu. Ingatlah untuk selalu memeriksa keabsahan informasi sebelum bertindak. Jangan mudah percaya pada janji-janji manis di media sosial yang meminta Anda untuk melakukan berbagai hal sebelum mendapatkan bantuan.
Penipuan Promosi Situs Judi Online
Modus penipuan lainnya melibatkan video yang seolah-olah menampilkan Jusuf Hamka mempromosikan situs judi online. Video berdurasi satu menit ini diunggah di Facebook pada 6 Juni 2025 dan telah dilihat lebih dari satu juta kali. Narasi yang menyertai video tersebut sangat singkat dan tidak menjelaskan secara rinci tentang isi video.
Ini adalah penipuan yang berbahaya. Jusuf Hamka tidak pernah terlibat dalam promosi judi online. Video tersebut kemungkinan besar hasil editan atau rekayasa. Hati-hati terhadap video yang beredar di media sosial, terutama yang berisi ajakan untuk mengunjungi situs web tertentu atau berinvestasi dalam sesuatu yang berisiko. Selalu pastikan keabsahan sumber informasi sebelum percaya.
Pentingnya Kewaspadaan dan Verifikasi Informasi
Ketiga kasus penipuan di atas menunjukkan betapa pentingnya berhati-hati dalam menanggapi informasi yang beredar di media sosial. Selalu verifikasi informasi sebelum mempercayainya. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming hadiah atau keuntungan yang tidak masuk akal.
Jika Anda menemukan informasi yang mencurigakan, laporkan ke pihak berwajib atau platform media sosial tempat informasi tersebut diunggah. Sebarkan informasi ini kepada orang-orang terdekat Anda agar mereka juga dapat terhindar dari penipuan serupa. Keamanan dan kewaspadaan kita merupakan benteng pertahanan terbaik melawan aksi penipuan online. Selalu utamakan verifikasi dan waspadalah terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan tokoh publik. Dengan begitu kita dapat mencegah kerugian finansial dan menjaga diri dari berbagai tindakan kriminal di dunia digital.






