Danau Toba, destinasi wisata ikonik Indonesia, tengah menghadapi ujian. Statusnya sebagai UNESCO Global Geopark diuji ulang, setelah menerima “kartu kuning” dari UNESCO pada September 2023 lalu.
Badan Pengurus Toba Caldera UNESCO Global Geopark (TCUGGp) pun bergerak cepat melakukan berbagai perbaikan untuk mempertahankan status tersebut. Revalidasi akan dilakukan pada 15 Juli mendatang oleh tim asesor UNESCO.
Kartu Kuning dan Tantangan Revalidasi
Penerimaan “kartu kuning” berarti beberapa kriteria keanggotaan geopark global belum terpenuhi secara optimal. Selain Danau Toba, beberapa geopark lain di dunia juga menerima peringatan serupa.
UNESCO memberikan waktu dua tahun untuk perbaikan. Jika perbaikan tidak memadai, status UNESCO Global Geopark Danau Toba bisa dicabut.
Upaya Perbaikan dan Persiapan Revalidasi
Tim TCUGGp telah melakukan kunjungan lapangan ke 16 geosite di tujuh kabupaten sekitar Danau Toba. Geosite merupakan lokasi warisan geologi dengan nilai ilmiah, edukatif, dan wisata yang tinggi.
Kunjungan lapangan ini merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur untuk mendapatkan kembali “kartu hijau”. Proses revalidasi akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas lokal, dan mitra lintas sektor.
Tim fokus memperbaiki berbagai aspek yang menjadi catatan UNESCO, meliputi pengelolaan kawasan, keterlibatan masyarakat, dan strategi pelestarian lingkungan.
Harapan untuk Pariwisata Berkelanjutan
General Manager TCUGGp, Azizul Kholis, berharap revalidasi ini tak hanya mengembalikan status “kartu hijau”, tetapi juga memperkuat pariwisata berkelanjutan di Danau Toba.
Status UNESCO Global Geopark sangat penting untuk pengembangan potensi wisata alam dan budaya Sumatra Utara secara berkelanjutan. Keberhasilan mempertahankan status ini akan berdampak positif bagi perekonomian lokal.
Proses revalidasi ini menjadi momentum penting bagi semua pihak untuk berkomitmen menjaga kelestarian Danau Toba dan sekitarnya. Semoga upaya perbaikan yang dilakukan membuahkan hasil dan mempertahankan status prestisius ini.
Keberhasilan mempertahankan status UNESCO Global Geopark akan memberikan dampak positif yang besar terhadap pariwisata Danau Toba dan perekonomian masyarakat setempat.
Selain itu, hal ini juga akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan dan berwawasan budaya.






