Akhir tahun ini, Candi Prambanan akan kembali diramaikan oleh “Swara Prambanan,” sebuah pagelaran seni budaya yang menjanjikan pengalaman tak terlupakan. Digelar pada 31 Desember 2024, acara ini mengangkat legenda Roro Jonggrang sebagai tema utamanya, sebuah langkah strategis untuk membangun citra dan daya tarik destinasi wisata Candi Prambanan.
Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menjelaskan bahwa pemilihan tema Roro Jonggrang bukan tanpa alasan. Kisah legenda tersebut mengandung pesan inspiratif tentang kegigihan dan pencapaian yang luar biasa, sekaligus menawarkan kesempatan untuk mempromosikan kekayaan budaya Indonesia secara lebih luas.
Swara Prambanan: Mengangkat Legenda Roro Jonggrang untuk Inspirasi Nasional
Febrina menekankan pentingnya konsistensi dalam mengangkat tema Roro Jonggrang dalam setiap penyelenggaraan Swara Prambanan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan asosiasi kuat antara acara tersebut dengan legenda ikonik tersebut.
Pesan inspiratif dari legenda Roro Jonggrang, khususnya bagi perempuan, menjadi sorotan utama. Kisah membangun seribu candi dalam semalam mengajarkan kita bahwa tidak ada yang mustahil jika kita memiliki tekad dan kerja keras.
Swara Prambanan dirancang sebagai acara tahunan yang akan menjadi kekayaan intelektual (IP) khas Prambanan. Harapannya, acara ini mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menikmati keindahan Candi Prambanan dan kekayaan budaya Jawa Tengah.
Lebih dari Sekadar Konser Musik: Pengalaman Budaya yang Komprehensif
Selain penampilan dari artis-artis kenamaan seperti Raisa Andriana, Vina Panduwinata, Nadin Amizah, JKT 48, Mocca, dan Feel Koplo, Swara Prambanan juga menawarkan beragam aktivitas budaya lainnya.
Workshop pembuatan wayang suket, tembikar, dan batik shibori akan memberikan pengalaman edukatif bagi pengunjung yang tertarik untuk lebih mengenal kerajinan tradisional Indonesia. Pengalaman ini dirancang untuk mengajak partisipasi aktif pengunjung dalam melestarikan warisan budaya.
Dolanria Prambanan, sebuah program aktivitas untuk anak-anak, turut melengkapi acara ini. Dengan program ini, anak-anak bisa bermain sambil belajar di lingkungan Candi Prambanan, memastikan bahwa seluruh anggota keluarga dapat menikmati acara ini dengan menyenangkan dan mendidik.
Pengembangan Ekonomi Lokal dan Pelestarian Budaya Berkelanjutan
InJourney Destination Management tidak hanya fokus pada aspek komersial, tetapi juga pada dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar Candi Prambanan.
Keterlibatan perajin lokal dalam pameran karya mereka selama acara Swara Prambanan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mempromosikan produk dan meningkatkan penghasilan mereka.
Pemberian ruang bagi seniman lokal untuk berpartisipasi dalam acara ini juga sejalan dengan visi InJourney dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, bukan hanya sekadar mencari keuntungan finansial.
Swara Prambanan 2024, yang dimulai pukul 4 sore pada tanggal 31 Desember, diharapkan menjadi suatu perpaduan yang harmonis antara pertunjukan musik kelas atas, pengalaman budaya yang mendalam, serta dukungan terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Acara ini diharapkan menjadi warisan budaya yang terus berkelanjutan bagi generasi mendatang.






