Waktu masuk sekolah ternyata berpengaruh signifikan terhadap kemampuan belajar siswa. Banyak ahli berpendapat bahwa memulai sekolah lebih siang hari lebih menyehatkan dan mendukung proses belajar yang optimal dibandingkan dengan jam masuk yang terlalu pagi.
Pengamat pendidikan, Bukik Setiawan, misalnya, mengungkapkan bahwa jam masuk sekolah yang terlalu pagi berdampak negatif pada kondisi biologis, psikologis, dan sosial anak. Hal ini dapat mengganggu kualitas belajar dan kesejahteraan siswa secara keseluruhan.
Dampak Jam Masuk Sekolah Pagi
Pernyataan Bukik Setiawan muncul sebagai respons terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menetapkan jam masuk sekolah pukul 06.00 pagi untuk siswa SMP dan SMA. Kebijakan ini menuai kontroversi di kalangan pendidik dan orang tua.
Di Indonesia, jam masuk sekolah umumnya berkisar antara pukul 06.30 hingga 07.00 pagi. Kondisi ini serupa dengan beberapa negara lain, termasuk Brasil.
Uniknya Jam Sekolah di Brasil
Di Brasil, sistem pendidikannya unik. Sekolah dibagi menjadi dua sesi: pagi dan siang.
Sesi pagi dimulai pukul 07.00 hingga 12.00 siang, sementara sesi siang pukul 13.00 hingga 18.00 sore. Setiap hari sekolah berlangsung dari Senin hingga Jumat dengan 5-6 mata pelajaran, masing-masing berdurasi 50 menit.
Uniknya, siswa Brasil dilarang makan siang di sekolah. Mereka pulang ke rumah untuk makan siang bersama keluarga. Tradisi makan siang bersama keluarga merupakan bagian penting dari budaya Brasil.
Waktu makan siang bagi orang Brasil sangat dihormati. Ini adalah waktu makan terbesar dalam sehari, di mana keluarga berkumpul, makan, dan berbincang bersama. Bahkan, orang dewasa akan meluangkan waktu sekitar satu jam untuk pulang dan makan siang bersama keluarga.
Waktu makan siang yang panjang ini membantu relaksasi dan persiapan untuk sisa hari. Siswa sesi pagi dapat beristirahat setelah pulang sekolah, sementara siswa sesi siang akan melanjutkan belajar hingga pukul 18.00 sore.
Jam Masuk Sekolah di Negara ASEAN
Jam masuk sekolah di negara-negara ASEAN juga bervariasi, mirip dengan Indonesia dan Brasil.
Filipina
Di Filipina, terdapat dua sesi sekolah. Sesi pertama dimulai sangat pagi, antara pukul 06.00-07.00 pagi, sedangkan sesi kedua dimulai setelah makan siang.
Malaysia
Di Semenanjung Malaysia, sekolah dimulai pukul 07.30 pagi. Namun, banyak orang tua memprotes jam masuk ini karena dianggap terlalu pagi, khususnya bagi siswa di daerah pedesaan. Usulan untuk memundurkan jam masuk sekolah menjadi pukul 08.00 pagi pun diajukan.
Singapura
Di Singapura, sekitar 1 dari 10 SMA dan sebagian besar SMP memulai jam sekolah pukul 08.00 pagi. Sekolah Dasar umumnya tidak dimulai pukul 08.00 pagi.
Kementerian Pendidikan Singapura memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menentukan jam masuk, asalkan tidak lebih awal dari pukul 07.30 pagi.
Thailand
Di Thailand, umumnya sekolah dimulai pukul 08.30 pagi dan berakhir pukul 15.30 siang. Namun, hal ini dapat bervariasi di sekolah internasional atau sekolah swasta.
Vietnam
Pada tahun 2022, orang tua di Vietnam memprotes jam masuk sekolah pukul 07.00 pagi yang dianggap terlalu pagi. Mereka mengusulkan agar jam masuk dimundurkan menjadi pukul 07.30 pagi.
Laos
Di sekolah internasional di Laos, jam masuk sekolah umumnya pukul 08.30 pagi. Namun, hal ini bisa berbeda di sekolah-sekolah lain.
Kamboja
Kamboja menerapkan dua sesi sekolah. Sesi pertama dimulai pukul 07.00 pagi hingga 11.00 siang, dan sesi kedua pukul 13.00 siang hingga 17.00 sore.
Myanmar
Di Myanmar, sekolah dimulai pukul 07.30 pagi hingga 14.00 siang. Pada awal tahun ajaran 2022/2023, antusiasme orang tua terlihat dengan mengantar anak-anak mereka sejak pukul 06.30 pagi.
Brunei Darussalam
Di Brunei Darussalam, jam masuk sekolah umumnya pukul 07.45 pagi, terutama selama bulan Ramadan. Jam ini bisa berbeda di sekolah internasional atau di luar bulan Ramadan.
Timor Leste
Timor Leste juga menerapkan dua sesi sekolah. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 pagi hingga 12.00 siang, dan sesi kedua pukul 13.00 siang hingga 17.00 sore.
Kesimpulannya, pengaturan jam sekolah sangat beragam di berbagai negara, mencerminkan perbedaan budaya dan prioritas pendidikan masing-masing. Perdebatan seputar waktu yang ideal untuk memulai sekolah masih terus berlangsung, dengan pertimbangan penting terhadap kesejahteraan dan perkembangan optimal siswa.






