Lagu Tombo Ati, sebuah tembang Jawa klasik yang dipopulerkan kembali oleh Opick, menyimpan makna mendalam yang relevan dengan ajaran Islam. Liriknya yang sederhana, ternyata mengandung pesan spiritual yang begitu kaya. Artikel ini akan mengupas makna lagu Tombo Ati dari perspektif Al-Qur’an, berdasarkan analisis dari Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, serta melengkapi dengan informasi tambahan seputar lagu tersebut.
Tombo Ati, yang berarti “obat hati”, menawarkan resep sederhana untuk mencapai ketenangan jiwa. Liriknya merupakan panduan praktis untuk membersihkan hati dari penyakit rohani dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Makna Lirik Tombo Ati dalam Perspektif Al-Qur’an
Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta telah menganalisis lirik lagu Tombo Ati dan menemukan kandungan makna yang dalam, selaras dengan ajaran Al-Qur’an.
Lirik-liriknya berupa nasihat untuk mencapai ketenangan hati melalui pendekatan spiritual yang terukur.
Membaca Al-Qur’an dan Merenungkan Maknanya
Bait “moco qur’an sak maknane” mengajarkan kita lebih dari sekadar membaca Al-Qur’an.
Penting untuk merenungkan dan mengamalkan isi kandungannya agar mencapai ketenangan hati yang sejati.
Shalat Malam sebagai Penenang Jiwa
Anjuran “sholat wengi lakonono” menekankan pentingnya shalat malam.
Shalat malam bukan hanya ibadah sunnah, melainkan juga cara menenangkan jiwa dan mendekatkan diri pada Allah.
Berkumpul dengan Orang Shaleh
Bait “wong kang sholeh kumpulono” mengajarkan pentingnya bergaul dengan orang-orang shaleh.
Berkumpul dan berinteraksi dengan mereka akan memberikan pengaruh positif dan menuntun kita menuju kebaikan.
Puasa sebagai Penyuci Diri
Frasa “weteng iro engkang luwe” merujuk pada puasa.
Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, melainkan juga proses penyucian diri dari hawa nafsu.
Dzikir sebagai Perisai Hati
Anjuran “dzikir wengi engkang suwe” menekankan pentingnya berdzikir, baik di malam maupun siang hari.
Dzikir diyakini sebagai perisai hati dari godaan setan dan cara untuk selalu mengingat Allah.
Lagu Tombo Ati: Karya Sunan Bonang
Lagu Tombo Ati sendiri merupakan warisan budaya Jawa yang konon diciptakan oleh Sunan Bonang, salah satu dari Wali Songo.
Ini menunjukkan betapa ajaran agama Islam telah lama terintegrasi dengan kearifan lokal Jawa.
Sebagai karya yang berasal dari tradisi lisan, versi lirik Tombo Ati dapat sedikit bervariasi.
Namun, inti pesan spiritualnya tetap konsisten, yaitu mengajak pendengar untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri pada Tuhan.
Kesimpulan: Jalan Menuju Ketenangan Hati
Lagu Tombo Ati lebih dari sekadar tembang tradisional; ia merupakan panduan spiritual yang relevan hingga kini. Lima langkah sederhana yang disebutkan dalam liriknya—membaca Al-Qur’an dan merenungkannya, melaksanakan shalat malam, bergaul dengan orang shaleh, berpuasa, dan berdzikir—menawarkan jalan menuju ketenangan hati dan kedekatan dengan Allah SWT.
Pesan yang disampaikan lagu ini universal dan dapat dipraktikkan oleh siapapun, tanpa memandang latar belakang budaya atau agama, asalkan terbuka untuk mencari kedamaian batin.
Semoga uraian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang makna lagu Tombo Ati dan menginspirasi kita untuk mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.






