Idul Adha, hari raya besar umat Islam yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, merupakan momen penuh makna spiritual. Perayaan ini diwarnai dengan shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban, sekaligus menjadi sarana penyucian diri lahir dan batin. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan sebelum melaksanakan shalat Id adalah mandi sunnah Idul Adha. Amalan ini bukan sekadar membersihkan diri, tetapi juga menunjukkan penghormatan terhadap hari raya.
Mandi sunnah Idul Adha, berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, merupakan perintah Rasulullah SAW. Melalui mandi ini, umat muslim membersihkan diri dari hadas dan kotoran, siap menyambut ibadah dalam keadaan suci dan nyaman. Berikut penjelasan lengkap mengenai niat dan tata cara mandi Idul Adha.
Niat Mandi Idul Adha
Mandi sunnah Idul Adha berbeda dengan mandi biasa. Perbedaannya terletak pada niat yang dibaca sebelum memulai mandi. Niat ini membedakan mandi biasa dengan mandi sunnah yang sesuai sunnah Rasulullah SAW. Niat dapat dibaca dalam hati atau diucapkan secara lisan. Yang terpenting adalah keikhlasan dalam melaksanakan amalan ini karena Allah SWT.
Dua Versi Niat Mandi Idul Adha
Terdapat dua versi niat yang umum digunakan. Pertama, niat umum yang singkat dan mudah diingat. Kedua, niat yang lebih lengkap dengan menyebutkan hari Idul Adha. Keduanya sama sahnya.
نَوَيْتُ سُنَّةَ الْغُسْلِ لِعِيْدِ الْأَضْحَى
Nawaitu sunnatal ghusli li ‘Idil Adlha (Saya niat sunnah mandi Idul Adha)
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِيَوْمِ عِيْدِ الْاَضْحَى سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالٰى
Nawaitul ghusla liyaumi ‘idil Adha sunnatan lillahi ta’aalaa (Saya niat mandi pada hari Raya Idul Adha sunnah karena Allah Ta’ala)
Waktu Pelaksanaan Mandi Idul Adha
Waktu yang ideal untuk mandi sunnah Idul Adha adalah setelah masuk waktu Subuh dan sebelum berangkat ke tempat shalat Id. Meskipun dapat dilakukan sejak tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah, waktu tersebut kurang utama. Mandi yang dilakukan sebelum tengah malam atau setelah shalat Id tidak termasuk mandi sunnah Idul Adha. Hal ini berdasarkan keterangan dalam Hasyiyah al-Bajuri Jilid 1 yang menyebutkan tentang mandi untuk dua hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha.
Tata Cara Mandi Idul Adha
Tata cara mandi sunnah Idul Adha pada dasarnya sama dengan mandi wajib. Perbedaan terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya. Berikut langkah-langkahnya:
- Membaca niat mandi sunnah Idul Adha.
- Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
- Membersihkan najis atau kotoran jika ada pada tubuh.
- Berwudu seperti hendak shalat.
- Menyiramkan air ke kepala tiga kali, sambil meratakan air ke seluruh rambut.
- Menyiramkan air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan, kemudian kiri. Pastikan semua bagian tubuh terkena air.
- Mencuci tubuh dengan sabun dan sampo (opsional).
- Membilas seluruh tubuh dengan air bersih. Dianjurkan berwudu kembali sebelum shalat.
Selain mandi sunnah, ada beberapa amalan sunnah lain yang dianjurkan pada Idul Adha. Di antaranya adalah tidak makan sebelum shalat Id, memakai pakaian terbaik, menggunakan wewangian, mengumandangkan takbir, berangkat lebih awal ke masjid, melewati jalan berbeda saat pulang, mengerjakan shalat Id berjamaah, dan menyembelih hewan kurban bagi yang mampu. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca dalam mempersiapkan diri menyambut Idul Adha dengan penuh khidmat. Dengan melaksanakan amalan sunnah tersebut, kita berharap mendapatkan keberkahan dan ridho Allah SWT.






