Rahasia Kekalahan Timnas U-24 Asian Games: Indra Sjafrie Ungkap Semua

Redaksi

Rahasia Kekalahan Timnas U-24 Asian Games: Indra Sjafrie Ungkap Semua
Sumber: Pikiran-rakyat.com

Timnas Indonesia U-24 harus mengakui keunggulan Uzbekistan dengan skor 0-2 di babak 16 besar Asian Games 2022. Kekalahan ini mengakhiri perjuangan Garuda Muda di Hangzhou dan menjadi catatan pahit setelah keberhasilan meraih medali emas SEA Games 2023.

Pelatih Indra Sjafri mengungkapkan penyebab utama kekalahan tersebut, yaitu kerap kebobolan melalui situasi bola mati. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi, tidak hanya untuk Timnas U-24, tetapi juga timnas Indonesia lainnya.

Kelemahan Fatal: Bola Mati Jadi Biang Keladi Kekalahan

Indra Sjafri secara tegas menyatakan bahwa gol-gol yang bersarang ke gawang Indonesia berawal dari situasi bola mati. Hal ini terjadi secara berulang, tidak hanya pada laga melawan Uzbekistan, tetapi juga sebelumnya melawan China Taipei dan Korea Utara.

Ia menekankan bahwa pertahanan Indonesia sebenarnya cukup solid dalam menahan serangan Uzbekistan selama 90 menit pertandingan. Namun, kegagalan mengantisipasi bola mati menjadi celah yang dimanfaatkan dengan baik oleh tim lawan.

Analisa Pertandingan: Pertahanan Kokoh, Namun Rentan Set Piece

Hingga menit ke-90, skor masih imbang 0-0. Pertahanan Indonesia mampu meredam serangan-serangan Uzbekistan. Namun, Sherhod Esanov sukses mencetak gol di menit ke-92 memanfaatkan tendangan sudut.

Esanov kembali menjebol gawang Indonesia di babak perpanjangan waktu, menit ke-120, menegaskan kemenangan Uzbekistan. Meskipun Indonesia sempat mencetak gol, namun gol tersebut dianulir wasit karena offside.

Keputusan Wasit dan Ketiadaan VAR

Pelatih Indra Sjafri menyayangkan keputusan wasit yang menganulir gol Indonesia. Ia mempertanyakan kepastian offside tersebut dan menyarankan penggunaan VAR (Video Assistant Referee) di ajang sebesar Asian Games untuk memastikan keakuratan keputusan.

Ketiadaan VAR menjadi kendala dalam memastikan keadilan pertandingan. Keputusan wasit yang kontroversial tersebut dapat mempengaruhi jalannya pertandingan dan hasil akhir.

Peran Ramadhan Sananta dan Strategi Kolektif

Ramadhan Sananta, penyerang Persis Solo yang dipanggil untuk memperkuat Timnas U-24, diberikan kesempatan bermain penuh melawan Uzbekistan. Namun, kinerja Sananta kurang maksimal karena minimnya dukungan bola dari rekan-rekan setimnya.

Pelatih Indra Sjafri menjelaskan bahwa sepak bola adalah permainan kolektif. Performa individual, sebagaimana yang ditunjukkan Sananta, tergantung pada kerja sama tim yang solid. Kesalahan individu dapat berdampak fatal pada hasil akhir.

Kekalahan ini tentu menjadi pembelajaran berharga bagi Timnas Indonesia U-24. Kemampuan mengantisipasi bola mati dan kerja sama tim yang solid harus menjadi fokus utama untuk meningkatkan performa di masa depan. Semoga pengalaman ini dapat menjadi batu loncatan menuju prestasi yang lebih baik di ajang internasional selanjutnya.

Also Read

Tags

Leave a Comment

Slot Maxwin
Live RTP
Slot Dana
https://www.sinamism.com
SLOT367
SLOT367 SLOT367 slot367 gajah55 gajah55 gajah55 https://linktr.ee/SLOTS367ID https://heylink.me/SLOT367_ID/ https://stmik-indonesia.ac.id
https://stiemuarateweh.ac.id https://www.nhm.ac.id https://unidaaceh.ac.id/ https://www.upgrismg.ac.id https://stmt-trisakti.ac.id https://stikfamika.ac.id https://journal.iaialhikmahtuban.ac.id toto macau auto7slot link login auto7slot https://heylink.me/sejoli76/ https://sejoli76.it.com/ sejoli76 sejoli76 sejoli76 Sejoli76 Mpo Slot https://akarweb.lotsgroup.com/ https://signere.keyforce.no/ https://pimeditor.damensch.com/ https://waynestakeaway.rshosting.no/ https://testlogin2.giftedmatrix.net/ https://api.hrp.test.ibasis.co.uk/