Menjadi kekasih Allah SWT adalah dambaan setiap Muslim. Jalan menuju kecintaan Ilahi ternyata tak selalu melalui ibadah berat atau amal besar. Menurut KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), amal kecil yang dilakukan dengan niat tulus pun bisa menjadi jalan menuju ridho-Nya.
Gus Baha, yang dikenal dengan pemahaman agama yang luas dan penyampaian yang sederhana, menjelaskan hal ini dalam beberapa ceramahnya. Ia menekankan pentingnya niat dan usaha berbuat baik, sekecil apapun amalnya.
Mudahnya Menjadi Kekasih Allah dalam Pandangan Gus Baha
Merawat hewan dengan penuh kasih sayang, misalnya, dapat menjadi jalan menuju kecintaan Allah. Perbuatan baik ini, sekecil apapun, memiliki nilai besar di hadapan Allah SWT.
Begitu pula dengan tindakan sederhana seperti membersihkan duri atau halangan di jalan. Gus Baha menyebut, tindakan-tindakan kecil ini merupakan wujud perhatian dan kasih sayang kepada sesama manusia, yang sangat dihargai Allah.
Jadi Orang Baik, Jangan Rumit!
Gus Baha menegaskan, menjadi orang saleh tidak perlu rumit. Bahkan, niat untuk berbuat maksiat namun urung dilakukan pun akan dicatat sebagai pahala oleh Allah.
Ini menunjukkan betapa mudahnya meraih pahala di mata Allah SWT. Yang terpenting adalah niat yang tulus dan usaha untuk berbuat baik serta menjauhi keburukan.
Menjaga hubungan baik dengan sesama juga penting. Jika tidak mampu berbuat baik secara langsung, minimal jangan sampai mengganggu orang lain.
Hal ini termasuk menghindari perilaku yang menimbulkan ketidaknyamanan, seperti berteriak keras yang mengganggu tetangga. Menghindari dampak buruk dari perbuatan kita pada orang lain juga menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.
Gus Baha mengutip hadis “Takfu syaroka aninas,” yang menekankan pentingnya berusaha agar tidak menimbulkan dampak buruk pada orang lain. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu memperhatikan perasaan dan kepentingan sesama.
Intinya, Jangan Ganggu Orang Lain
Menjaga diri agar tidak mengganggu orang lain merupakan bentuk kesalehan yang sangat dihargai dalam Islam. Ini adalah bentuk sedekah bagi diri sendiri, sebagaimana yang dikatakan Gus Baha, “Fainnaha shodqatun minka ala nafsin”.
Menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar, baik tetangga maupun orang lain, merupakan bagian dari perbuatan baik yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Tidak menyusahkan orang lain merupakan bagian penting dari ajaran Islam. Kesalehan tidak selalu diukur dari amal besar, tetapi juga dari usaha untuk tidak mengganggu orang lain. Ini ajaran yang sederhana namun penuh makna.
Gus Baha mengajak umat Islam untuk senantiasa berusaha menjadi lebih baik dengan cara yang mudah. Dengan niat yang baik dan perbuatan sederhana, kita bisa mendekatkan diri kepada Allah.
Melalui ceramahnya, Gus Baha memberikan pemahaman yang sederhana namun mendalam tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik. Menjaga niat dan tidak mengganggu orang lain adalah langkah kecil yang bermakna besar dalam meraih kedekatan dengan Allah SWT.
Pesan Gus Baha mengingatkan kita bahwa kesalehan bukanlah hal yang rumit dan sulit dicapai. Dengan tindakan-tindakan kecil yang penuh kesadaran dan niat tulus, kita dapat mendekatkan diri kepada Allah dan meraih ridho-Nya.






