Siapa sangka, latar belakang pendidikan di bidang antropologi bisa mengantarkan seseorang ke puncak karier di dunia intelijen? Blaise Florence Metreweli, perempuan asal Inggris, membuktikannya.
Penunjukannya sebagai Kepala Badan Intelijen MI6 oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menjadi sejarah. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah MI6, yang berdiri sejak 1909, dipimpin oleh seorang perempuan.
Mata-mata Veteran Lulusan Cambridge University
Metreweli, yang kini berusia 47 tahun, merupakan perwira intelijen karier. Ia bergabung dengan Secret Intelligence Service (nama lain MI6) sejak tahun 1999.
Perjalanan kariernya dimulai setelah menyelesaikan pendidikan di bidang antropologi sosial di Pembroke College, Universitas Cambridge. Selama masa kuliah, ia aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kampus.
Salah satu prestasi Metreweli adalah menjadi anggota tim dayung Universitas Cambridge yang memenangkan Women’s Boat Race yang bergengsi melawan rival abadinya, Universitas Oxford, pada tahun 1997.
Ia juga dianugerahi Crowden Award dari Pembroke College atas kontribusi luar biasanya bagi kehidupan kampus.
Karier Cemerlang di MI6 dan MI5
Saat ini, Metreweli menjabat sebagai Direktur Jenderal bagian Q MI6, bertanggung jawab atas teknologi dan inovasi.
Pengalamannya sebagai agen intelijen meliputi penugasan di Timur Tengah dan Eropa. Ia juga pernah bertugas di MI5, dengan nama samaran “Direktur K” pada periode sekitar tahun 2021.
Keahlian dan pengalamannya yang luas di berbagai bidang intelijen menjadikannya kandidat ideal untuk memimpin MI6.
Tantangan Keamanan Nasional Inggris di Era Modern
Sebagai Kepala MI6, Metreweli akan memimpin upaya pengumpulan intelijen di luar negeri untuk memperkuat keamanan Inggris.
Tugas utamanya mencakup pencegahan terorisme, penggagalan aktivitas negara musuh, dan peningkatan keamanan siber.
Penunjukannya dianggap sangat penting oleh Perdana Menteri Starmer, mengingat tantangan keamanan nasional Inggris yang semakin kompleks.
Inggris menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, mulai dari kehadiran kapal mata-mata di wilayah perairan hingga serangan siber yang canggih.
Ancaman ini menargetkan layanan publik vital, menunjukkan betapa pentingnya kepemimpinan yang handal dan berpengalaman di MI6.
Metreweli sendiri menyatakan tekadnya untuk melanjutkan pekerjaan menjaga keamanan Inggris dan mempromosikan kepentingan negara di kancah internasional.
Ia akan bekerja sama dengan perwira dan agen MI6 serta mitra internasional untuk menghadapi tantangan tersebut.
Kisah sukses Blaise Metreweli menunjukkan bahwa berbagai bidang keahlian, termasuk antropologi, dapat berkontribusi signifikan terhadap keamanan nasional. Kepemimpinannya di MI6 diharapkan dapat membawa perubahan positif dan memperkuat posisi Inggris dalam dunia intelijen global.






