Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva, telah berjuang melawan tiga penyakit autoimun selama 17 tahun. Perjuangannya dimulai sejak usia 16 tahun dan terus berlanjut hingga kini, menginspirasi banyak orang untuk memahami dan menghadapi tantangan kesehatan serupa. Kisah Qory menjadi pengingat pentingnya deteksi dini dan dukungan bagi penderita autoimun.
Perjuangan panjang Qory melawan penyakit ini diawali dengan gejala yang awalnya tidak disadari. Gejala tersebut baru menjadi serius saat ia berusia 18 tahun.
Perjalanan Panjang Menghadapi Tiga Penyakit Autoimun
Qory didiagnosis mengidap Lupus SLE, Sjögren’s Syndrome, dan Inflammatory Bowel Disease. Ketiga penyakit ini telah memberikan dampak signifikan pada kesehatannya selama bertahun-tahun.
Awalnya, Qory tidak menyadari bahwa ia mengidap penyakit autoimun. Gejalanya mirip dengan penyakit umum seperti tifus dan demam berdarah.
Pada usia 18 tahun, kondisinya memburuk hingga menyebabkan pingsan dan koma selama dua minggu. Pengalaman ini menjadi titik balik dalam perjalanannya menuju diagnosis yang tepat.
Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, barulah diketahui bahwa Qory mengidap Lupus SLE. Penemuan ini terjadi pada saat informasi mengenai Lupus SLE masih terbatas di Indonesia.
Tantangan Pengobatan dan Dampak pada Kehidupan Pribadi
Minimnya riset dan teknologi kesehatan di Indonesia pada masa itu memaksa Qory untuk mencari pengobatan ke luar negeri. Ia menjalani perawatan intensif di Singapura, Korea, dan California.
Pengobatan yang panjang dan melelahkan ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisiknya, tetapi juga kehidupan pribadinya. Qory mengalami kerusakan pada 13 organ tubuhnya.
Meskipun demikian, Qory berhasil memulihkan 10 organ tubuhnya setelah pengobatan intensif. Ia juga berjuang menghadapi dampak Lupus pada kulitnya, berupa psoriasis.
Psoriasis membuat Qory sempat kehilangan rasa percaya diri. Penyakit ini juga memengaruhi rencana kehamilannya.
Qory mengalami tujuh kali kehamilan yang berakhir dengan keguguran, sebelum akhirnya dikaruniai satu anak. Ini menunjukkan betapa berat perjuangannya melawan penyakit autoimun.
Pesan Harapan dan Kesadaran tentang Penyakit Autoimun
Meskipun penyakit autoimun yang dideritanya belum dapat disembuhkan, Qory tetap optimis. Ia menekankan pentingnya menjaga gaya hidup sehat dan berdamai dengan penyakitnya.
Qory berharap kisahnya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit autoimun. Ia juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kepada mereka yang sedang berjuang melawan penyakit serupa.
Melalui pengalamannya, Qory ingin menginspirasi orang lain untuk tetap tegar dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan kesehatan. Kisahnya menjadi bukti bahwa dengan tekad kuat dan dukungan dari sekitar, hidup tetap bisa dijalani dengan baik. Qory kini aktif sebagai Duta Autoimun NKRI, menyebarkan informasi dan memberikan dukungan kepada sesama penderita.






