Idul Adha, hari raya kurban umat Islam, merupakan momen penuh berkah. Selain shalat Id dan berkurban, berbagai amalan sunnah dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu yang sering dipertanyakan adalah mengenai puasa sebelum shalat Idul Adha. Apakah puasa sebelum shalat Idul Adha wajib? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap dan terpercaya.
Perlu dipahami bahwa Idul Adha merupakan hari raya besar yang diperingati setiap tahunnya. Momen ini mengenang ketaatan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS, kepada Allah SWT.
Hukum Puasa Sebelum Shalat Idul Adha
Puasa sebelum shalat Idul Adha bukanlah kewajiban. Anjuran untuk tidak makan sebelum shalat Id lebih tepat disebut sunnah, bukan wajib.
Terdapat perbedaan pendapat ulama. Syafi’iyah menganjurkan tidak makan sebelum shalat Id bagi semua orang. Namun, Hanafiyah dan Hanabilah mengaitkannya dengan niat berkurban.
Kesimpulannya, tidak ada dalil yang mewajibkan puasa sebelum shalat Idul Adha. Mengerjakannya merupakan sunnah yang dianjurkan, namun tidak berdosa jika ditinggalkan.
Larangan Puasa di Hari Idul Adha
Berpuasa di hari raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) adalah haram. Hal ini telah disepakati oleh para ulama.
Hari raya Idul Adha adalah hari untuk bergembira dan bersyukur. Berpuasa akan mengurangi rasa syukur tersebut.
Hadits-hadits melarang puasa di hari raya, menekankan pentingnya bergembira dan menikmati hari raya. Puasa akan mengurangi syukur dan menghambat ibadah lainnya.
Hikmah larangan berpuasa di hari raya adalah untuk menunjukkan syukur atas nikmat Allah SWT. Hari raya adalah waktu mempererat silaturahmi dan berbagi.
Puasa Sunnah yang Dianjurkan Sebelum Idul Adha
Selain anjuran tidak makan sebelum shalat Idul Adha, ada puasa sunnah sebelum Idul Adha. Puasa-puasa ini memiliki keutamaan yang luar biasa.
Puasa Sunnah 9 Hari Pertama Dzulhijjah
Sepuluh hari pertama Dzulhijjah sangat mulia. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada amal yang lebih dicintai Allah daripada amal di sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”
Puasa tujuh hari pertama Dzulhijjah termasuk di dalamnya, memiliki keutamaan besar. Ini mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan ketakwaan.
Niat puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah):
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﺷَﻬْﺮِ ﺫِى ﺍﻟْﺤِﺠَّﺔِ ﺳُﻨَّﺔً ﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟﻰ
Nawaitu shauma syahri Dzil Hijjah sunnatan lillahi ta’ala (Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”)
Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Puasa Tarwiyah dilakukan pada 8 Dzulhijjah, sehari sebelum wukuf di Arafah. Nama ‘Tarwiyah’ berarti memberi minum atau mempersiapkan diri.
Hadits menyebutkan puasa Tarwiyah memiliki pahala besar.
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﺗَﺮْﻭِيَﺔَ ﺳُﻨَّﺔً ﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟﻰ
Nawaitu shauma Tarwiyah sunnatan lillahi ta’ala (Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”)
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Puasa Arafah adalah puasa sunnah paling utama di antara puasa sunnah Idul Adha. Rasulullah SAW bersabda, “Puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun.”
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi yang tidak menunaikan ibadah haji.
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺻَﻮْﻡَ ﻋَﺮَﻓَﺔَ ﺳُﻨَّﺔً ﻟﻠَّﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟﻰ
Nawaitu shauma Arafah sunnatan lillahi ta’ala (Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”)
Jadwal Puasa Sunnah Idul Adha 2025 (Perkiraan)
Bulan Dzulhijjah 1446 H diperkirakan dimulai pada 28 Mei 2025.
- Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah): 28 Mei – 3 Juni 2025
- Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah): 4 Juni 2025
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah): 5 Juni 2025
Jadwal ini perkiraan dan dapat berubah sesuai penetapan awal bulan Dzulhijjah oleh pemerintah Indonesia.
Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Adha
Selain puasa sunnah, ada amalan sunnah lain sebelum shalat Idul Adha.
- Menghidupkan malam Idul Adha dengan takbiran: Perbanyak takbir, dzikir, dan doa.
- Persiapan fisik: Mandi, memakai wewangian, dan mengenakan pakaian terbaik.
- Berangkat ke tempat shalat dengan berjalan kaki: Rasulullah SAW menganjurkan hal ini.
Mengamalkan amalan sunnah ini akan menambah keberkahan dan ketaatan kepada Allah SWT. Semoga penjelasan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang amalan sunnah di hari raya Idul Adha.
Semoga Idul Adha kita dipenuhi keberkahan dan keimanan. Selalu berpedoman pada Al-Quran dan Sunnah Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah.






