Tim bulu tangkis Indonesia harus mengakui keunggulan Korea Selatan di semifinal Piala Sudirman 2025. Kekalahan Putri Kusuma Wardani dari An Se-young menjadi penentu, membuat Indonesia tertinggal 1-2 di pertandingan yang berlangsung di Xiamen Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China.
Pertandingan ini berlangsung sengit dan menegangkan, menyajikan permainan berkualitas tinggi dari kedua atlet. Meskipun Indonesia sempat memberikan perlawanan, keunggulan An Se-young akhirnya tak terbendung.
Pertempuran Sengit Putri Kusuma Wardani vs An Se-young
Gim pertama dimulai dengan persaingan ketat. Keduanya saling kejar mengejar poin hingga skor imbang 8-8.
Putri sempat memimpin 11-10 di interval pertama. Namun, An Se-young berhasil menyamakan kedudukan dan kemudian unggul.
Putri sempat menyamakan kedudukan di 15-15, tetapi An Se-young akhirnya mampu mengamankan gim pertama dengan skor 21-18.
Meskipun sempat terjatuh, Putri menunjukkan semangat juang yang tinggi. Ia terus berusaha memberikan perlawanan terbaiknya.
Gim Kedua: Dominasi An Se-young
Memasuki gim kedua, Putri mengawali dengan baik, unggul 4-1. Namun, An Se-young berhasil mengejar ketertinggalan.
Beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan Putri dimanfaatkan dengan baik oleh An Se-young. Skor kembali imbang di angka 9-9.
An Se-young kemudian mendominasi permainan hingga interval gim kedua dengan skor 11-9.
Setelah interval, An Se-young semakin agresif dan berhasil meraih lima poin beruntun. Ia unggul jauh dan akhirnya mengamankan gim kedua dengan skor 21-12.
Meskipun Putri berusaha keras untuk mengejar ketertinggalan, kecepatan dan akurasi An Se-young terbukti lebih unggul.
Jalan Terjal Indonesia di Piala Sudirman 2025
Sebelum kekalahan Putri, Indonesia telah mengalami kekalahan di nomor ganda campuran. Dejan Ferdiansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti takluk dari pasangan Korea Selatan, Seo Seung-jae/Chae Yu-jung dengan skor 10-21 dan 15-21.
Satu-satunya poin Indonesia di babak semifinal ini diraih Alwi Farhan yang berhasil mengalahkan Cho Geon-yeop di nomor tunggal putra dengan skor 16-21, 21-8, dan 21-8.
Harapan Indonesia kini bergantung pada pasangan ganda putra, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang akan berhadapan dengan Kim Won-ho/Seo Seung-jae.
Pertandingan selanjutnya akan menentukan nasib Indonesia di Piala Sudirman 2025. Pertandingan ini akan menjadi penentu apakah Indonesia bisa bangkit atau harus mengakui kekalahan.
Kekalahan ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi tim Indonesia. Analisis mendalam terhadap pertandingan ini sangat diperlukan untuk meningkatkan performa di masa mendatang. Semoga ke depan, Indonesia bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi.






