Pasar Wisata Lohjinawi di Desa Serayularangan, Purbalingga, merayakan hari jadinya yang pertama. Peringatan ini mengangkat tagline “Pemudane Obah Desane Sumringah,” menunjukkan harapan agar semangat pemuda setempat dapat mendorong kemajuan desa. Acara tasyakuran yang diselenggarakan menjadi bukti nyata komitmen warga untuk terus membangun dan memajukan desanya, khususnya melalui sektor pariwisata.
Meskipun di tengah pandemi Covid-19, Pasar Wisata Lohjinawi tetap bertahan dan bahkan berkembang. Keberhasilan ini menjadi momentum untuk bersyukur dan memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Desa Serayularangan.
Satu Tahun Pasar Wisata Lohjinawi: Sukses di Tengah Pandemi
Ketua Pasar Wisata Lohjinawi, Ginanjar Noviono, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan pasar tersebut bertahan dan berkembang selama satu tahun terakhir. Acara tasyakuran yang diadakan juga sebagai ajang silaturahmi antarwarga.
Perayaan sederhana namun bermakna ini dihadiri oleh pengelola pasar, pedagang, lembaga desa, dan perwakilan masyarakat. Penerapan protokol kesehatan yang ketat diterapkan selama acara berlangsung untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Rangkaian Acara Tasyakuran yang Meriah
Berbagai kegiatan memeriahkan acara tasyakuran tersebut. Mulai dari doa bersama, pemotongan tumpeng, hingga penampilan seni budaya lokal.
Selain itu, diputar pula film dokumenter yang menceritakan perjalanan Pasar Wisata Lohjinawi sejak awal berdirinya hingga saat ini. Pertunjukan tari Lenggok dari Sanggar Tari Sakya Nara dan musik akustik menambah semarak acara.
Acara sengaja digelar pada malam hari untuk menciptakan suasana baru dan menarik bagi kaum milenial, tanpa meninggalkan nuansa tradisional yang menjadi ciri khas Pasar Wisata Lohjinawi.
Harapan untuk Kemajuan Ekonomi Desa Serayularangan
Kepala Desa Serayularangan, Fajar Prasetyo Utomo, mengungkapkan harapan agar Pasar Wisata Lohjinawi dapat menjadi penggerak perekonomian desa, terutama di tengah pandemi.
Pasar ini diharapkan mampu mengangkat potensi desa, baik di bidang kuliner, budaya, wisata alam, dan sektor lainnya. Hal ini akan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Fajar juga menekankan pentingnya semangat dan kekompakan dalam menghadapi tantangan. Kegigihan dan kerja keras adalah kunci keberhasilan dalam membangun desa.
Ia berharap acara peringatan satu tahun Pasar Wisata Lohjinawi dapat menjadi motivasi bagi pelaku UMKM di Desa Serayularangan untuk terus berinovasi dan mengembangkan usahanya.
Dengan perpaduan nuansa tradisional dan modern, Pasar Wisata Lohjinawi diharapkan dapat menjadi destinasi wisata yang menarik dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Serayularangan.
Suksesnya Pasar Wisata Lohjinawi selama satu tahun terakhir membuktikan bahwa kerja keras, kebersamaan, dan inovasi dapat mengatasi berbagai tantangan, bahkan di tengah situasi pandemi. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi desa-desa lain untuk mengembangkan potensi lokalnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.






