Masakatsu Sashie, seniman asal Kanazawa, Ishikawa, Jepang, telah memikat dunia seni dengan gaya lukisannya yang unik. Ia dikenal karena karya-karyanya yang menggambarkan dunia yang kompleks dalam bentuk bola-bola mengambang.
Lukisan-lukisannya yang hiperrealistis, seringkali bernuansa futuristik namun sekaligus suram dan sedikit menyeramkan, menyajikan interpretasi simbolik tentang Bumi pasca-apokaliptik. Detail yang luar biasa pada setiap karya membuatnya seolah-olah nyata, meskipun diciptakan dengan cat minyak.
Dunia Futuristik dalam Bola-Bola Mengambang
Karya Masakatsu Sashie menampilkan bola-bola besar yang melayang di atas lanskap perkotaan. Bola-bola ini dipenuhi detail rumit yang menggambarkan kehidupan manusia modern.
Detailnya begitu rinci, mulai dari bangunan-bangunan hingga instalasi teknologi, seperti AC dan kipas ventilasi, tergambar dengan presisi. Hal ini menciptakan ilusi visual yang mencengangkan.
Sashie menjelaskan bahwa bentuk bola ini terinspirasi dari masa studinya di pascasarjana. Ia melihat bentuk tersebut sebagai representasi Bumi yang sempurna.
Simbolisme dan Interpretasi
Lukisan-lukisan Sashie lebih dari sekadar pemandangan yang indah. Mereka merupakan komentar sosial dan filosofis.
Bola-bola yang mengambang di atas kota-kota merepresentasikan kontradiksi urbanisasi dan globalisasi. Ini merupakan gambaran simbolik tentang kompleksitas dunia modern.
Sashie juga melihat bola-bola itu sebagai cermin dan monumen, merefleksikan ketidakseimbangan antara kemajuan teknologi dan kerusakan lingkungan.
Ia juga terinspirasi oleh kesederhanaan bendera Jepang, Hinomaru, dengan lingkaran merahnya yang ikonik. Lingkaran tersebut mewakili dualitas eksistensi manusia.
Perjalanan Karier Sang Seniman
Setelah meraih gelar MFA dari Kanazawa College of Art pada tahun 2000, Sashie memulai kariernya dengan fokus pada lukisan lanskap berbentuk bola.
Pada tahun 2005, ia berpartisipasi dalam pameran ‘Fishmans Exhibition’ di Nanzuka Underground. Ini menjadi langkah awal pengakuannya di dunia seni.
Selanjutnya, pada tahun 2007, ia mengikuti pameran kelompok ‘GEISAI in Giant Robot’ di Los Angeles, Amerika Serikat. Acara ini memberikannya kesempatan untuk memamerkan karyanya secara internasional.
Sejak tahun 2008, Sashie aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran di Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Timur Tengah. Karyanya kini dikoleksi oleh pribadi dan perusahaan di seluruh dunia.
Minatnya pada seni sudah ada sejak kecil. Pengaruh besar datang dari konsep Superflat yang diperkenalkan oleh Takashi Murakami, yang mengubah cara pandangnya terhadap dunia seni.
Sashie menjelaskan bahwa permukaan bola-bola pada karyanya dipenuhi dengan peninggalan aktivitas manusia, mencerminkan sistem yang kompleks dan menopang kehidupan modern.
Ia ingin menyaring kekacauan dunia modern menjadi simbol tunggal yang kuat, seperti lingkaran merah pada bendera Jepang yang merepresentasikan keteraturan dan ketidakteraturan, harmoni dan konflik, perkembangan dan kemunduran secara bersamaan.
Karya-karya Masakatsu Sashie yang unik dan menggugah dapat dinikmati melalui akun Instagramnya, @masakatsusashie, dan situs web pribadinya, sal-s.com. Penggambaran dunia yang futuristik dan sedikit suram dalam bentuk bola-bola mengambang ini telah mengukuhkan posisinya sebagai seniman kontemporer yang patut diperhitungkan.





