Setelah hampir tiga dekade mengabdi, Gregg Popovich resmi pensiun sebagai pelatih kepala San Antonio Spurs. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan Spurs pada Jumat (2/5/2025) malam WIB.
Pelatih legendaris berusia 76 tahun ini akan beralih peran menjadi Presiden Klub mulai musim depan. Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat Popovich masih memiliki semangat dan kecintaan terhadap olahraga basket.
Era Popovich Berakhir di Spurs
Popovich mengawali kariernya di Spurs sebagai asisten pelatih pada tahun 1988. Setelah dua tahun berkarier di Golden State Warriors, ia kembali ke Spurs pada tahun 1996 dan langsung menorehkan sejarah.
Selama kepemimpinannya, Spurs meraih lima gelar juara NBA, prestasi yang membanggakan bagi tim asal Texas tersebut. Prestasi tersebut menjadi bukti nyata kepemimpinan dan strategi Popovich yang brilian.
Jejak Karier dan Prestasi Mengagumkan
Popovich mencatatkan rekor luar biasa sebagai pelatih dengan kemenangan terbanyak sepanjang sejarah NBA, baik di musim reguler maupun playoff.
Rekor 1.422 kemenangan di musim reguler dan 170 kemenangan playoff menjadi bukti konsistensi dan kualitas kepemimpinannya selama bertahun-tahun.
Ia juga berhasil membina banyak pemain bintang NBA, mulai dari David Robinson, Tim Duncan, Manu Ginobili, Tony Parker, Kawhi Leonard, hingga Victor Wembanyama.
Banyak pemain muda berkembang pesat di bawah arahannya, membuktikan kemampuan Popovich dalam pengembangan bakat muda.
Masa-masa Sulit dan Pensiun Mendadak
Kondisi kesehatan Popovich yang memburuk belakangan ini menjadi salah satu faktor yang diperkirakan turut mempengaruhi keputusannya untuk pensiun.
Popovich sempat absen sejak November 2024 karena mengalami stroke ringan sebelum pertandingan melawan Minnesota Timberwolves.
Meskipun demikian, Popovich menyatakan bahwa keputusan pensiunnya diambil atas dasar pertimbangan matang dan bukan semata-mata karena masalah kesehatan.
Era Baru Spurs di Bawah Kepemimpinan Mitch Johnson
Posisi pelatih kepala Spurs akan diisi oleh Mitch Johnson, yang sebelumnya telah menjabat sebagai pelatih sementara selama masa absen Popovich.
Johnson memiliki tantangan besar untuk meneruskan kesuksesan yang telah ditorehkan Popovich selama bertahun-tahun.
Spurs berharap Johnson dapat membawa tim ini kembali ke jalur kemenangan dan kembali berlaga di playoff NBA.
Meskipun masa depan Spurs masih belum pasti, namun warisan Popovich akan selalu dikenang sebagai salah satu pelatih terhebat dalam sejarah NBA.
Pengabdiannya selama hampir tiga dekade telah membawa tim ini ke puncak kejayaan dan akan selalu diingat oleh para penggemar Spurs di seluruh dunia.
Jejak kepemimpinannya yang inspiratif dan kontribusinya terhadap perkembangan olahraga basket akan menjadi inspirasi bagi generasi pelatih selanjutnya.






