Umat Muslim di Indonesia merayakan Idul Adha 2025 dengan semangat berbagi. Suasana penyembelihan hewan kurban tidak hanya melibatkan masyarakat lokal, tetapi juga umat Islam dari mancanegara. Partisipasi internasional ini menambah semarak perayaan dan memperluas jangkauan kebaikan.
Tahun ini, Yayasan Solidaritas Bina Insan Kamil (Yasabil) memfasilitasi kurban dari umat Islam di Jerman dan Amerika Serikat. Sebanyak 50 hewan kurban dikirim dari Jerman, dan dua ekor sapi dari Amerika Serikat. Donasi ini menunjukkan solidaritas global dalam menjalankan ibadah kurban.
Hewan-hewan kurban tersebut, bersama dengan 200 ekor sapi lainnya yang terkumpul dari berbagai sumber di Indonesia, dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) H. Doni, Depok, Jawa Barat. Pemilihan RPH memastikan proses pemotongan dilakukan secara higienis dan memenuhi standar kualitas.
Distribusi Daging Kurban
Daging kurban hasil penyembelihan didistribusikan secara luas. Tidak hanya terbatas di sekitar Depok dan Bogor, daging kurban juga dikirim ke Lombok, NTB; Medan, Sumatera Utara; dan Pekanbaru, Riau. Sasaran distribusi mencakup warga yang kurang mampu dan jarang mengkonsumsi daging.
Proses pendistribusian dilakukan dengan koordinasi bersama pengurus RW setempat. Hal ini memastikan daging kurban tepat sasaran dan sampai kepada yang berhak menerimanya. Setiap kemasan berisi 1,5 kilogram daging.
Mekanisme Donasi Internasional
Donasi hewan kurban dari Jerman dan AS dilakukan dalam bentuk uang. Yasabil kemudian membeli sapi di Indonesia sesuai dengan jumlah donasi yang masuk. Hal ini menunjukkan efisiensi dan kemudahan dalam berdonasi lintas negara.
Yasabil secara aktif melakukan promosi program kurban ini selama tiga bulan sebelum Idul Adha. Mereka menjalin komunikasi dengan berbagai relasi di dalam dan luar negeri untuk mengajak berpartisipasi dalam kegiatan sosial bernilai ibadah ini.
Semangat Berbagi dan Kualitas Kurban
Ketua Pelaksanaan Kurban Yasabil, Benny Wahyudi, menekankan semangat berbagi sebagai inti kegiatan ini. Mereka bertujuan menjangkau masyarakat yang kurang beruntung dan jarang mengkonsumsi daging, sehingga daging kurban diharapkan membawa berkah bagi semua pihak yang terlibat.
Proses pemotongan di RPH juga dipilih untuk menjamin kualitas daging dan keamanan pangan. Tim juru potong yang berpengalaman dan pengawasan dari sekitar 25 relawan Yasabil memastikan proses pemotongan hingga pengemasan berjalan lancar dan terjamin kebersihannya.
Dampak Positif Kurban Internasional
Partisipasi umat Islam dari Jerman dan AS dalam kurban di Indonesia bukan hanya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga memperkuat persaudaraan antarumat Islam global. Hal ini menjadi contoh nyata bagaimana semangat berbagi dapat diwujudkan lintas batas geografis dan budaya.
Keberhasilan program ini juga menginspirasi kolaborasi serupa di masa mendatang. Dengan transparansi dan pengelolaan yang baik, donasi internasional dapat menjadi sumber tambahan dalam memenuhi kebutuhan daging kurban di daerah-daerah yang membutuhkan.
Kesimpulan
Kegiatan kurban tahun ini tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga memperlihatkan semangat solidaritas global dan keberagaman dalam menjalankan ibadah. Semoga kegiatan ini terus menginspirasi dan menjadi contoh kebaikan bagi seluruh umat manusia.





