Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat tajam, memicu penutupan sementara puluhan bandara di India. Hal ini mengakibatkan pembatalan ratusan penerbangan dan ribuan penumpang terlantar. Situasi ini menimbulkan dampak signifikan bagi sektor penerbangan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pelancong.
Kementerian Penerbangan Sipil India mengkonfirmasi penutupan sementara 24 bandara di wilayah utara dan barat negara itu pada Kamis malam, 8 Mei 2025. Penutupan ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya ancaman keamanan di perbatasan.
Penutupan Bandara Massal di India
Penutupan bandara ini berdampak luas pada penerbangan domestik dan internasional. Maskapai penerbangan utama India, termasuk IndiGo dan Air India, terpaksa membatalkan sejumlah besar penerbangan.
IndiGo, maskapai penerbangan domestik terbesar di India, membatalkan 165 penerbangan pada Rabu, 7 Mei 2025. Air India dan Air India Express juga turut membatalkan sejumlah penerbangan. Beberapa penerbangan internasional dialihkan ke bandara lain.
Penutupan bandara meliputi Amritsar di Punjab dan Srinagar di Kashmir, yang berbatasan langsung dengan Pakistan. Penutupan sementara ini diumumkan berlaku hingga Sabtu, 10 Mei 2025.
Dampak Bagi Penumpang
Pembatalan penerbangan secara massal telah menyebabkan penderitaan bagi ribuan penumpang. Banyak yang terjebak di bandara atau terpaksa mencari alternatif perjalanan yang mahal dan memakan waktu.
Rahul, seorang pengusaha India berusia 32 tahun, menceritakan pengalamannya. Penerbangannya dari Dubai ke Chandigarh dibatalkan. Ia kemudian ditawarkan penerbangan pengganti ke Delhi dan harus melanjutkan perjalanan darat ke Chandigarh menggunakan bus.
Meskipun memahami situasi keamanan yang mendesak, Rahul tetap mengungkapkan ketidaknyamanan yang dialaminya. Ketidakpastian jadwal penerbangan dan perubahan rencana perjalanan menimbulkan kerugian waktu dan biaya.
Latar Belakang Ketegangan Indo-Pakistan
Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat setelah serangan rudal India ke wilayah Pakistan pada Rabu, 7 Mei 2025. India menyatakan serangan tersebut sebagai balasan atas pembantaian 26 wisatawan India di Kashmir yang dikuasai India bulan lalu.
Kedua negara sempat menutup wilayah udara masing-masing bulan lalu setelah insiden tersebut. Penutupan bandara saat ini merupakan eskalasi terbaru dari ketegangan yang sudah berlangsung lama antara kedua negara.
Situasi ini menyoroti kompleksitas hubungan India dan Pakistan, dan potensi dampaknya terhadap sektor penerbangan dan penduduk sipil. Penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik sangat penting untuk menghindari eskalasi lebih lanjut dan meminimalisir dampak negatif terhadap masyarakat.
Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan, sementara itu, telah melanjutkan penerbangan domestik setelah penangguhan sementara di empat bandara. Situasi ini menunjukkan perbedaan respon dari kedua negara terhadap meningkatnya ketegangan.
Ke depan, situasi ini perlu dipantau dengan cermat. Koordinasi antara otoritas penerbangan kedua negara penting untuk meminimalisir gangguan penerbangan dan memastikan keamanan penumpang. Semoga ketegangan segera mereda dan penerbangan dapat kembali normal.






