Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi impian bagi banyak orang, namun kondisi ekonomi yang tak menentu belakangan ini membuat banyak pemilik KPR kesulitan memenuhi kewajiban pembayarannya. Ketidakpastian ekonomi ini menimbulkan kekhawatiran akan kemampuan finansial untuk membayar cicilan rumah setiap bulannya.
Untungnya, beberapa strategi dapat diterapkan agar Anda tetap dapat mempertahankan hunian impian tanpa harus kehilangan rumah. Para perencana keuangan menawarkan sejumlah solusi praktis dan bijak untuk mengatasi tantangan ini.
Mengoptimalkan Pengeluaran untuk Menjaga Komitmen KPR
Salah satu langkah awal yang mungkin terasa berat, namun efektif, adalah dengan memprioritaskan pembayaran KPR.
Artinya, Anda perlu memangkas pengeluaran yang kurang penting, seperti hiburan atau belanja impulsif.
Perencana keuangan Andy Nugroho menyarankan untuk mengurangi pos pengeluaran “me time” atau “self reward”.
Fokus utama tetap pada kewajiban membayar cicilan KPR agar terhindar dari denda atau bahkan kehilangan rumah.
Mencari Penghasilan Tambahan sebagai Solusi Alternatif
Jika memangkas pengeluaran terasa terlalu berat, solusi alternatifnya adalah meningkatkan pendapatan.
Mencari penghasilan tambahan dapat memberikan ruang bernapas lebih lega dalam hal keuangan.
Anda bisa mencari pekerjaan sampingan, memanfaatkan skill untuk menghasilkan uang tambahan, atau berinvestasi.
Dengan tambahan pemasukan, Anda dapat tetap membayar cicilan KPR tanpa perlu mengorbankan kebutuhan pokok lainnya.
Restrukturisasi KPR: Negosiasi dengan Bank untuk Solusi yang Fleksibel
Restrukturisasi KPR menjadi opsi yang patut dipertimbangkan ketika menghadapi kesulitan finansial.
Perencana keuangan Safir Senduk menjelaskan, restrukturisasi memungkinkan negosiasi dengan bank untuk menyesuaikan besarnya cicilan.
Anda bisa menegosiasikan penurunan jumlah cicilan bulanan atau memperpanjang jangka waktu pembayaran.
Opsi ini memberikan fleksibilitas yang sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing individu.
Pertimbangan Sebelum Restrukturisasi KPR
Pandji Harsanto, perencana keuangan lainnya, menyarankan untuk melakukan restrukturisasi KPR jika rasio utang Anda sudah melebihi 30 persen dari total pendapatan.
Kondisi ini menandakan keuangan Anda sudah tidak sehat dan perlu segera ditangani.
Selain itu, restrukturisasi juga bisa dipertimbangkan saat terjadi kenaikan pendapatan.
Kenaikan pendapatan memberikan ruang untuk tujuan keuangan lain, seperti membeli rumah kedua, dengan tetap memperhatikan batas maksimal rasio utang 30 persen.
Perencanaan Keuangan yang Matang untuk Mencegah Masalah di Masa Depan
Dalam mengajukan KPR, gunakan hanya penghasilan utama sebagai dasar perhitungan.
Meskipun memiliki pendapatan tambahan, menghitung hanya dari penghasilan utama meminimalisir risiko jika pendapatan sekunder bermasalah.
Selalu siapkan dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga.
Dana darurat ini penting sebagai penyangga jika terjadi hal-hal yang dapat mengganggu keuangan Anda.
Hindari menambah utang baru kecuali untuk hal-hal produktif dan benar-benar diperlukan.
Jangan pernah mengajukan KPR yang jumlah cicilannya melebihi 30 kali penghasilan bulanan.
Perencanaan keuangan yang matang dan disiplin sangat penting untuk mencegah masalah keuangan terkait KPR di masa mendatang. Dengan mengelola keuangan dengan bijak dan memilih strategi yang tepat, Anda dapat mempertahankan hunian impian Anda.
Ingatlah untuk selalu memantau arus kas dan pola pengeluaran agar tetap terkendali. Konsultasi dengan perencana keuangan juga dapat membantu Anda membuat rencana keuangan yang komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan Anda.






