Info Loker 2023, Lowongan Kerja 2023, Loker 2023, Loker Banyumas 2023, Loker Jawa Tengah 2023, kata kunci pekerjaan, jobstreet, kata-kata untuk resume cara membuat resume kerja lampiran cv di jobstreet, lowongan kerja bandung, lowongan kerja terdekat, lowongan kerja hari ini, lowongan kerja pabrik, lowongan kerja langsung diterima, lowongan kerja karawang, lowongan kerja bekasi, lowongan kerja bogor, lowongan kerja 2023, lowongan kerja 2021, lowongan kerja bumn, lowongan kerja surabaya, lowongan kerja bandung, lowongan kerja jakarta, lowongan kerja medan, lowongan kerja di bali, lowongan kerja semarang olx lowongan kerja, info lowongan kerja, lowongan kerja bandung, lowongan kerja terdekat, lowongan kerja hari ini, lowongan kerja pabrik, lowongan kerja langsung diterima, lowongan kerja karawang
Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia, Ini Imbauan Kemenkes - Portal.co.id

Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia, Ini Imbauan Kemenkes

Meski kejadian cacar monyet baru pertama kali terjadi di Indonesia, Dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, menyatakan bahwa kita harus tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Ada baiknya kita tetap tenang, karena ini penyakit dengan gejala ringan tidak seperti Covid-19,” kata Syahril dalam konferensi pers (Konpers) Kementerian Kesehatan, Sabtu (20/8/2022).

Menurut Syahril, cacar monyet pada dasarnya adalah infeksi ringan yang bisa hilang dengan sendirinya jika lesi atau ruam yang menjadi gejalanya sudah cukup terlihat.

“Pengobatannya karena virus, biasanya sembuh sendiri, kalau tidak ada penyakit penyerta dan infeksi sekunder biasanya sembuh sendiri kalau lukanya pecah,” jelasnya. “Namun, yang kami fokuskan saat ini adalah jangan sampai terjadi penularan dengan kasus ini,” tambahnya.

Menurutnya, hanya sekitar 1% kasus di seluruh dunia saat ini yang mengakibatkan kematian akibat infeksi cacar monyet. Ini berbeda dengan kasus kematian akibat Covid-19, yang mempengaruhi lebih dari 10% dari semua kasus infeksi.

Syahril, juru bicara Kementerian Kesehatan, menyatakan bahwa dengan keadaan seperti ini, maka perlu dilakukan pengawasan atau melacak mereka yang pernah kontak langsung dengan pasien.

Seluruh maskapai juga diminta meningkatkan imbauan dan kewaspadaan jika penumpangnya memiliki gejala seperti cacar monyet. “Kami juga ingin mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta meningkatkan protokol kesehatan,” ujarnya.

“Protokol kesehatan ini penting tidak hanya untuk Covid-19, tetapi semua penyakit menular lainnya,” tambahnya. Penularan cacar monyet terutama melalui sentuhan langsung, seperti jabat tangan, pelukan, berbagi tempat tidur, atau kontak dengan barang-barang di sekitar pasien, seperti handuk, selimut, peralatan makan dan mandi, dan sebagainya.

Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan fasilitas medis atau semua tenaga medis tentang potensi risiko infeksi cacar monyet.
“Kami telah memberikan informasi dan edukasi kepada seluruh fasilitas kesehatan mengenai penyakit ini,” ujarnya.

berkaitan dengan pasien awal cacar monyet Sebagai informasi, seorang pria warga negara Indonesia yang baru saja kembali dari perjalanan internasional mengembangkan kasus pertama cacar monyet.

“Pria ini baru pulang dari bepergian ke luar negeri, termasuk 89 negara yang melaporkan kasus cacar monyet saat ini,” kata Syahril. Pria tersebut kembali ke Jakarta, Indonesia pada 8 Agustus 2022. Ia merasakan gejala demam pada 14 Agustus 2022.

Kemudian, pada 16 Agustus 2022, gejalanya semakin parah dan termasuk pembesaran kelenjar getah bening dan luka atau ruam di tangan, kaki, dan organ seksualnya.

Sampel lesi pria itu dikumpulkan oleh petugas medis pada 18 Agustus untuk tes PCR, yang mengungkapkan cacar monyet pada malam 19 Agustus 2022.

Besar kemungkinan pria ini tertular cacar monyet saat bepergian karena tanpa disadari bersentuhan dengan orang atau barang yang terkontaminasi virus yang diketahui menyebabkan Monkeypox.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button