JPMorgan Chase & Co., bank terbesar di Amerika Serikat berdasarkan aset, berencana untuk semakin dalam menjajaki dunia kripto. Langkah terbaru mereka adalah menawarkan layanan pinjaman dengan aset kripto sebagai jaminan bagi klien perdagangan dan manajemen kekayaan. Ini menandai sebuah langkah signifikan dalam adopsi kripto oleh lembaga keuangan besar.
Rencana ini diumumkan pada awal Juni 2025, menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan terhadap aset digital di kalangan institusi keuangan terkemuka dunia. Langkah ini juga menunjukkan sebuah tren yang menunjukkan pergeseran paradigma dalam industri perbankan.
JPMorgan Membuka Layanan Pinjaman Beragun Kripto
JPMorgan akan segera mengizinkan penggunaan dana yang diperdagangkan di bursa kripto (ETF) sebagai agunan pinjaman. Awalnya, fokus akan diberikan pada iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, ETF Bitcoin spot terbesar di AS dengan aset bersih mencapai USD 70,1 miliar (sekitar Rp 1,1 kuadriliun).
Selain itu, bank ini juga berencana memasukkan kepemilikan kripto klien dalam perhitungan kekayaan bersih. Aset digital akan diperlakukan sama seperti aset tradisional dalam menentukan jumlah pinjaman yang dapat diberikan kepada klien.
Sejarah JPMorgan dalam Dunia Kripto
JPMorgan bukanlah pendatang baru di ranah kripto. Pada tahun 2020, mereka meluncurkan JPM Coin, sebuah stablecoin yang terpatok pada dolar AS.
Kemudian, pada tahun 2024, bank ini melaporkan kepemilikan saham dari berbagai ETF Bitcoin spot. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen bertahap JPMorgan dalam mengeksplorasi potensi kripto.
Pernyataan CEO JPMorgan
CEO JPMorgan, Jamie Dimon, menyatakan pada Mei 2025 bahwa bank tersebut akan segera mengizinkan klien untuk membeli Bitcoin.
Walaupun demikian, Dimon tetap mempertahankan sikap skeptisnya terhadap aset kripto. Ia menyamakan hal ini dengan merokok, mengatakan bahwa ia tidak menyarankan investasi di Bitcoin, tetapi ia menghormati hak kliennya untuk melakukannya.
Tren Adopsi Kripto oleh Lembaga Keuangan
Langkah JPMorgan ini bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Beberapa lembaga keuangan lain juga menunjukkan minat yang semakin besar terhadap kripto.
Di Spanyol, misalnya, Cecabank dan bursa kripto Bit2Me berkolaborasi untuk meluncurkan platform kripto yang siap untuk MiCA (Markets in Crypto-assets), meskipun masih menunggu persetujuan dari regulator sekuritas Spanyol.
Platform ini menyediakan layanan penyimpanan kripto, penerimaan dan pengiriman pesanan, dan perdagangan kripto. Cecabank berperan dalam menyediakan dukungan regulasi dan infrastruktur perbankan.
BBVA, bank terbesar kedua di Spanyol, juga berencana untuk meluncurkan layanan perdagangan kripto yang memungkinkan nasabah untuk membeli dan mengelola Bitcoin dan Ethereum. Transaksi kripto akan terintegrasi dengan layanan perbankan reguler, menggunakan kustodian yang dikelola oleh platform bank itu sendiri.
Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan tren semakin banyaknya lembaga keuangan yang mencari cara untuk masuk ke pasar kripto dengan cara yang aman dan patuh terhadap regulasi. Platform seperti yang ditawarkan oleh Cecabank dan Bit2Me memberikan jalur cepat bagi lembaga keuangan untuk memasuki pasar kripto dengan cara yang terregulasi.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil oleh JPMorgan dan bank-bank lainnya menunjukkan pergeseran signifikan dalam persepsi dan penerimaan kripto oleh lembaga keuangan global. Meskipun masih ada keraguan, tren ini menunjukkan potensi kripto untuk terintegrasi lebih dalam ke dalam sistem keuangan tradisional. Ke depannya, kita dapat mengharapkan lebih banyak inovasi dan integrasi di bidang ini. Namun, penting bagi investor untuk tetap waspada dan melakukan riset yang menyeluruh sebelum berinvestasi di aset kripto.






