Kota Padang di Sumatera Barat bersiap menyambut era baru pariwisata. Revitalisasi Kawasan Kota Tua, sebuah program unggulan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, tengah digencarkan. Proyek ini bukan sekadar pemugaran bangunan, tetapi upaya menghidupkan kembali semangat budaya dan sejarah Kota Padang yang kaya. Tujuannya jelas: menjadikan Kota Tua Padang destinasi wisata unggulan berskala internasional.
Kawasan bersejarah ini akan disulap menjadi magnet wisata baru yang menarik. Pemkot Padang berkomitmen untuk tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, namun juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan budaya di sana.
Revitalisasi Kota Tua Padang: Lebih dari Sekadar Renovasi
Revitalisasi Kota Tua Padang bukan sekadar proyek renovasi bangunan. Fokus utamanya adalah membangun kembali identitas Kota Tua sebagai pusat budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata berkelanjutan. Wali Kota Fadly Amran menyatakan harapannya agar Kota Tua Padang dapat bersaing dengan kawasan heritage lain di dunia.
Pemkot Padang berkomitmen untuk menciptakan suasana yang hidup dan dinamis di kawasan ini. Konsep revitalisasi mencakup berbagai aspek, dari perbaikan infrastruktur hingga pengembangan potensi ekonomi kreatif masyarakat sekitar.
Kolaborasi dan Dukungan Penuh untuk Sukses Revitalisasi
Keberhasilan revitalisasi Kota Tua Padang bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, DPRD, BUMN/BUMD, dan berbagai _stakeholder_ lainnya memberikan dukungan penuh. Hal ini terlihat dari antusiasme yang tinggi dalam Focus Group Discussion (FGD) yang telah dilaksanakan.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi, menyatakan dukungan penuh atas nama Gubernur. Revitalisasi ini dilihat sebagai momentum penting untuk kebangkitan ekonomi lokal dan pariwisata Padang.
Partisipasi Aktif Berbagai Pihak
FGD revitalisasi Kota Tua Padang dihadiri oleh berbagai pihak penting. Wakil Ketua DPRD Sumbar, Nanda Satria dan Iqra Chissa, turut serta memberikan masukan. Anggota DPRD lainnya, Albert Hendra Lukman dan Iswanto Kwara, juga hadir. Pengurus pengelola Kota Tua Padang, perwakilan OPD dari Pemkot dan Pemprov, komunitas, dan pelaku usaha lokal turut berpartisipasi aktif.
Partisipasi semua pihak ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan revitalisasi. Masukan dan ide-ide inovatif dari berbagai _stakeholder_ akan memperkaya perencanaan dan pelaksanaan proyek ini.
Kota Tua Padang: Destinasi Sejarah yang Menarik dan Instagramable
Revitalisasi Kota Tua Padang bukan hanya akan menghasilkan kawasan bersejarah yang terawat. Proyek ini juga akan melibatkan UMKM, seniman lokal, pegiat budaya, dan komunitas kreatif. Kehadiran kafe-kafe _artsy_, pertunjukan budaya, galeri seni, dan festival bulanan akan menambah daya tarik kawasan.
Dengan sentuhan modern yang tetap mempertahankan nilai heritage, Kota Tua Padang akan menjadi destinasi wisata yang unik. Kawasan ini diharapkan menjadi tempat yang asyik, edukatif, dan tentunya _instagramable_, menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Kawasan ini akan menawarkan pengalaman wisata sejarah yang lebih menarik dan interaktif. Para wisatawan tidak hanya dapat melihat bangunan bersejarah, tetapi juga dapat merasakan dan terlibat dalam kehidupan budaya masyarakat lokal.
Program revitalisasi ini menjanjikan transformasi Kota Tua Padang menjadi destinasi wisata sejarah yang berkelas dunia, sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan pelestarian budaya. Keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh sukses kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan berbagai _stakeholder_ dalam pengembangan destinasi wisata berkelanjutan.






