Jeff Bezos, pendiri raksasa e-commerce Amazon, mengejutkan pasar dengan pengumuman rencana penjualan hingga 25 juta sahamnya di perusahaan tersebut. Penjualan ini akan dilakukan sepanjang tahun depan. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari rencana perdagangan yang telah disusun sejak 4 Maret 2025, menurut laporan CNBC.
Dengan harga saham saat ini, penjualan tersebut berpotensi menghasilkan sekitar US$4,8 miliar atau setara Rp79 triliun (kurs saat ini). Pengumuman ini menyusul rilis laporan laba kuartal pertama Amazon pada Kamis (1/5) malam. Meskipun laba dan pendapatan melampaui ekspektasi, proyeksi pendapatan operasional perusahaan untuk kuartal berikutnya justru berada di bawah prediksi Wall Street.
Penjualan Saham dan Tekanan Tarif
Hasil keuangan Amazon menunjukkan perusahaan bersiap menghadapi ketidakpastian akibat tarif baru yang luas yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump (saat masih menjabat). Amazon menjadi sasaran Gedung Putih terkait laporan yang menyebutkan perusahaan berencana membebankan biaya tarif kepada pembeli.
Laporan CNBC menyebutkan Trump secara langsung menghubungi Bezos untuk menyampaikan keluhan terkait isu ini. Amazon kemudian meluruskan bahwa tidak ada rencana untuk menampilkan informasi biaya tarif seperti yang diberitakan sebelumnya.
Riwayat Penjualan Saham Bezos
Penjualan saham kali ini bukanlah yang pertama bagi Bezos. Tahun lalu, ia telah menjual saham Amazon senilai sekitar US$13,5 miliar, penjualan saham terbesarnya sejak tahun 2021.
Sejak menyerahkan tongkat estafet CEO kepada Andy Jassy, Bezos lebih fokus pada perusahaan antariksa miliknya, Blue Origin, dan inisiatif filantropi yang berfokus pada iklim dan keanekaragaman hayati senilai US$10 miliar.
Tujuan Dana Penjualan Saham
Bezos berencana menggunakan dana dari penjualan saham Amazon untuk berbagai tujuan. Salah satunya adalah untuk mendanai Blue Origin, perusahaan eksplorasi luar angkasanya yang ambisius.
Selain itu, dana tersebut juga akan dialokasikan untuk Day One Fund, sebuah inisiatif yang diluncurkan pada September 2018. Day One Fund fokus pada penyediaan akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan upaya mengatasi masalah tuna wisma.
Dengan penjualan saham senilai miliaran dolar ini, Bezos tampaknya memfokuskan sumber daya finansialnya ke proyek-proyek jangka panjang di luar Amazon, menunjukkan pergeseran prioritas dari kerajaan bisnis online-nya menuju usaha luar angkasa dan filantropi.
Langkah ini menunjukkan bahwa Bezos, meskipun telah melepaskan jabatan CEO, tetap memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan strategis Amazon dan tetap komit pada sejumlah proyek yang penting baginya di luar perusahaan.
Meskipun penjualan saham dalam jumlah besar ini mungkin menimbulkan pertanyaan di kalangan investor, penjelasan Bezos mengenai alokasi dana tersebut memberikan konteks yang lebih jelas dan menunjukkan visi jangka panjangnya yang melampaui profitabilitas Amazon semata.






