Informasi palsu atau hoaks seringkali beredar di masyarakat, terutama terkait peristiwa kecelakaan pesawat. Kejadian ini seringkali dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan kepanikan dan keresahan. Liputan6.com telah menelusuri beberapa hoaks seputar kecelakaan pesawat yang sempat viral.
Berikut beberapa contoh hoaks kecelakaan pesawat yang telah terverifikasi dan dibantah kebenarannya.
Hoaks Video Pesawat Jatuh Mengangkut Jemaah Haji Mauritania
Pada 29 Mei 2025, sebuah video beredar di media sosial yang mengklaim pesawat pengangkut 210 jemaah haji Mauritania jatuh di Laut Merah.
Video tersebut menampilkan pesawat hancur dan terapung di laut, bersama puing-puing dan pelampung. Narasi yang beredar menyebutkan 210 jemaah haji meninggal dunia.
Postingan tersebut telah dibagikan sebanyak 9 kali dan mendapat 36 komentar. Namun, setelah dilakukan penelusuran, video tersebut terbukti tidak berkaitan dengan kecelakaan pesawat jemaah haji Mauritania.
Liputan6.com telah melakukan cek fakta dan mengungkap bahwa video tersebut merupakan kejadian yang berbeda.
Hoaks Video Pesawat Pemadam Kebakaran Jatuh di Los Angeles
Sebuah video beredar di media sosial pada 12 Januari 2025 yang diklaim sebagai rekaman pesawat pemadam kebakaran jatuh dan meledak di Los Angeles, Amerika Serikat.
Video tersebut memperlihatkan pesawat jatuh di jalan raya dan terbakar. Narasi yang menyertainya menyatakan pesawat tersebut jatuh saat memadamkan api.
Namun, setelah dilakukan penyelidikan, klaim tersebut tidak benar. Liputan6.com telah melakukan verifikasi dan menemukan fakta yang berbeda.
Video tersebut ternyata bukan berasal dari kejadian di Los Angeles, dan tidak terkait dengan pesawat pemadam kebakaran.
Hoaks Pesawat TNI Jatuh di Papua
Pada 9 November 2020, kabar kecelakaan pesawat TNI di Papua tersebar luas di media sosial dan aplikasi WhatsApp.
Postingan di Facebook menampilkan tiga foto pesawat TNI yang tampak jatuh, disertai narasi duka cita dan daftar nama korban luka.
Narasi tersebut menyebutkan pesawat Hercules milik TNI jatuh membawa 100 anggota prajurit, dengan korban meninggal dan luka-luka.
Namun, setelah Liputan6.com melakukan pengecekan, informasi tersebut tidak benar. Tidak ada laporan resmi dari pihak TNI terkait kecelakaan pesawat di Papua pada tanggal tersebut.
Informasi yang beredar adalah hoaks dan telah dibantah oleh pihak berwenang.
Liputan6.com terus berkomitmen untuk memberantas penyebaran hoaks dan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada masyarakat. Melalui kanal Cek Fakta, kami berupaya melawan pembodohan dan memberikan literasi media yang berkelanjutan. Kami mengajak masyarakat untuk selalu kritis dan teliti dalam menerima informasi, serta memverifikasi kebenarannya sebelum menyebarkannya.
Dengan meningkatkan literasi media dan kewaspadaan terhadap informasi yang beredar, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari penyebaran hoaks dan menjaga kondusifitas informasi di Indonesia.






