Idul Adha 2025 tinggal beberapa pekan lagi. Umat Muslim di berbagai penjuru dunia bersiap menyambutnya, baik dengan melaksanakan ibadah haji maupun mempersiapkan hewan kurban. Kurban, ibadah sunnah muakkadah ini, menjadi wajib jika sebelumnya telah dinazarkan atau diniatkan saat membeli hewannya.
Ibadah kurban merupakan wujud pengorbanan dan ketaatan, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS. Ibadah ini dilakukan setelah shalat Idul Adha hingga hari tasyrik (13 Dzulhijjah). Di luar rentang waktu tersebut, penyembelihan hewan tidak lagi disebut kurban. Kurban juga sarat akan nilai-nilai sosial, khususnya dalam berbagi kepada sesama.
Hikmah Ibadah Kurban: Lebih dari Sekedar Penyembelihan
Berkurban memiliki banyak hikmah yang perlu direnungkan. Selain meneladani ketaatan Nabi Ibrahim AS, kurban juga mengajarkan pentingnya berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
Hewan kurban disembelih kemudian dagingnya dibagikan kepada fakir miskin, keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan. Hal ini secara langsung meringankan beban mereka.
Lebih dari itu, kurban juga merupakan pengorbanan diri, menumbuhkan rasa empati dan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.
Naskah Khutbah Jumat: Ajakan Berkurban dan Hikmahnya
Sebagai motivasi untuk berkurban, berikut cuplikan naskah khutbah Jumat 16 Mei 2025 yang membahas ajakan berkurban dan hikmahnya.
Naskah khutbah ini disusun oleh Pengajar Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan, Jawa Timur, dan dinukil melalui NU Online.
Khutbah I: Pentingnya Ketakwaan dan Berkurban
Khutbah pertama menekankan pentingnya ketakwaan kepada Allah SWT sebagai pondasi kehidupan yang baik.
Khatib mengajak jamaah untuk senantiasa beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah, salah satunya dengan berkurban.
Disebutkan hadits Nabi SAW yang menjelaskan betapa Allah SWT mencintai hamba-Nya yang rajin beribadah, termasuk berkurban.
Ayat Al-Qur’an surat Al-Kautsar juga dibacakan sebagai penguat anjuran untuk berkurban.
Khutbah ini juga memaparkan keutamaan berkurban, yaitu pahala yang diterima sebelum darah hewan kurban membasahi tanah.
Disebutkan pula hadits yang menjelaskan keutamaan berkurban dan bagaimana pahala yang besar akan diterima.
Riwayat dari Syekh Abdul Qadir al-Jilani menambahkan keterangan tentang besarnya pahala kurban berdasarkan jumlah bulu hewan tersebut.
Khutbah II: Menggali Makna dan Keutamaan Berkurban
Khutbah kedua melanjutkan ajakan untuk berkurban pada Idul Adha.
Khatib kembali menekankan pentingnya ketaatan dan menjauhi larangan Allah SWT.
Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau juga dipanjatkan.
Doa untuk keselamatan dan kesejahteraan umat Islam pun dibacakan.
Kesimpulan: Menghayati Makna Kurban untuk Kehidupan yang Lebih Baik
Kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan ibadah yang sarat makna dan hikmah. Ia mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan ketaatan kepada Allah SWT. Semoga naskah khutbah ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk lebih menghayati makna kurban dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan berkurban, kita bukan hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga berbagi kebahagiaan dan membantu sesama. Semoga Idul Adha 2025 membawa berkah dan kebaikan bagi kita semua.






