Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan, mempengaruhi mobilitas warga, termasuk warga negara asing (WNA).
Akibatnya, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo mengeluarkan imbauan penting bagi WNA yang terdampak. Mereka diminta segera mengurus perpanjangan izin tinggal agar terhindar dari sanksi overstay.
Imbauan Imigrasi untuk WNA di Labuan Bajo
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, menjelaskan pentingnya WNA untuk segera memperpanjang izin tinggal.
Hal ini meskipun terdapat kendala akses transportasi akibat erupsi gunung.
Status Gunung Lewotobi Laki-laki telah dinaikkan ke Level IV (Awas) oleh Badan Geologi Kementerian ESDM.
Ini meningkatkan potensi gangguan pada aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan dan mobilitas WNA.
Charles menekankan pentingnya WNA dan penjaminnya untuk tidak menunda perpanjangan izin tinggal.
Penundaan dapat berakibat pada pelanggaran keimigrasian berupa overstay, yang dapat berujung pada sanksi administratif bahkan tindakan hukum.
Perpanjangan Izin Tinggal dan Tanggung Jawab Sponsor
Dalam situasi darurat, imigrasi akan mempertimbangkan kondisi force majeure dengan pendekatan humanis.
Namun, perpanjangan izin tinggal tetap harus diajukan secara resmi sesuai prosedur.
Proses perpanjangan dapat dilakukan secara online atau langsung ke kantor imigrasi.
Penjamin atau sponsor WNA juga memiliki tanggung jawab hukum.
Mereka wajib memastikan keberadaan dan kepatuhan hukum WNA yang mereka jamin, termasuk dalam keadaan luar biasa seperti bencana alam.
Charles menghimbau sponsor untuk memantau kondisi WNA yang mereka jamin dan segera berkoordinasi dengan imigrasi jika ada kendala.
Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya overstay yang sebenarnya dapat dihindari.
Dampak Erupsi terhadap Penerbangan di Labuan Bajo
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah menyebabkan pembatalan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Komodo.
Sebanyak 12 penerbangan dari maskapai AirAsia, Wings Air, dan Batik Air dibatalkan pada hari Rabu.
Pembatalan ini disebabkan oleh sebaran abu vulkanik di ruang udara NTT dan NTB.
Keputusan pembatalan diambil demi keamanan penumpang.
Gangguan penerbangan tersebut menyebabkan puluhan turis asing tertahan di Bandara Komodo.
Banyak dari mereka memilih alternatif transportasi laut, seperti speedboat, untuk meninggalkan Labuan Bajo.
Sebagian besar wisatawan asing memilih menyeberang ke Pulau Lombok dan melanjutkan perjalanan ke Bali.
Situasi ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi antar instansi pemerintah dalam menghadapi dampak bencana alam terhadap mobilitas warga dan wisatawan. Respon cepat dan informasi yang transparan sangat krusial dalam meminimalisir kerugian dan memastikan keselamatan semua pihak.






