Destinasi Lembah Asri Serang (D’LAS) di Purbalingga dibanjiri pengunjung pada Minggu, 16 Mei 2021, hari terakhir libur Lebaran. Jumlah pengunjung yang membludak memaksa pihak berwenang untuk mengambil tindakan pengaturan lalu lintas dan membatasi jumlah pengunjung. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerumunan dan menjaga keamanan serta ketertiban.
Kepadatan pengunjung di D’LAS merupakan gambaran umum dari situasi pariwisata di Purbalingga selama libur Lebaran. Beberapa tempat wisata lain, seperti Owabong dan Purbasari Pancuran Mas, juga mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan.
Penutupan Sementara D’LAS dan Pengalihan Arus Lalu Lintas
Kepolisian, TNI, Dishub, Satpol PP, dan BPBD Purbalingga bekerja sama untuk mengendalikan situasi di D’LAS. Pintu masuk D’LAS terpaksa diberlakukan sistem buka-tutup.
Sekitar 300 pengunjung diputar balik untuk mencegah melebih kapasitas yang diizinkan. Petugas juga melakukan pengalihan arus lalu lintas di beberapa titik untuk mengurangi kemacetan. Hal ini dilakukan di jalur utama, seperti dari Mangunegara hingga Selaganggeng, dan di pertigaan strategis.
Dampak Lonjakan Pengunjung Terhadap Keamanan dan Kesehatan
Lonjakan pengunjung tidak hanya menyebabkan kemacetan lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko penyebaran COVID-19. Kapasitas D’LAS yang penuh membuat sulit untuk memastikan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak aman.
Polisi menghimbau masyarakat untuk merayakan Lebaran di rumah saja guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Meskipun Pemkab Purbalingga mengizinkan operasional tempat wisata dengan pembatasan kapasitas, namun membludaknya pengunjung menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat.
Imbauan Kepada Masyarakat dan Upaya Pencegahan di Masa Mendatang
Kapolres Purbalingga, AKBP Fannky Ani Sugiharto melalui Kasat Binmas AKP Siswanto, mengungkapkan bahwa pengunjung D’LAS berasal dari berbagai daerah, termasuk warga lokal Purbalingga, pemudik, dan warga Pemalang.
Pihak kepolisian juga melakukan pengamanan di akses menuju Owabong dan Purbasari Pancuran Mas. Sistem buka-tutup dan pengalihan arus lalu lintas juga diterapkan di tempat wisata tersebut guna mencegah kepadatan yang berlebihan. AKP Siswanto menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menghindari tempat-tempat ramai dan tetap berada di rumah selama pandemi.
Langkah-langkah Antisipasi Kemacetan dan Kerumunan
- Penerapan sistem buka-tutup di pintu masuk tempat wisata.
- Pengalihan arus lalu lintas di jalur-jalur utama menuju tempat wisata.
- Peningkatan patroli dan pengawasan oleh petugas keamanan.
- Sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.
Pembatasan pengunjung di tempat wisata terbukti penting untuk mengendalikan situasi. Namun, kesadaran masyarakat untuk mematuhi imbauan dan protokol kesehatan juga sangat krusial dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan menjaga ketertiban selama masa liburan. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga untuk perencanaan dan manajemen kunjungan wisata di masa mendatang, khususnya dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung di hari-hari libur besar. Koordinasi yang lebih efektif antara pihak terkait dan edukasi publik yang lebih intensif diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.






