Danantara Incar Saham GoTo: Merger Grab Picu Akuisisi Raksasa?

Redaksi

Danantara Incar Saham GoTo: Merger Grab Picu Akuisisi Raksasa?
Sumber: Kompas.com

Potensi merger antara GoTo dan Grab menimbulkan gelombang spekulasi di pasar. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dikabarkan tengah menjajaki investasi di GoTo, mengingat potensi dampak merger terhadap dominasi pasar dan peran pemerintah Indonesia.

Langkah Danantara ini, menurut sumber Bloomberg, diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran pemerintah atas potensi meningkatnya pengaruh asing di sektor teknologi domestik jika merger terjadi.

Minat Danantara Akuisisi Saham GoTo

Beredar kabar bahwa Danantara telah memulai diskusi awal dengan GoTo untuk mengakuisisi saham minoritas. Ini dilakukan jika rencana merger GoTo dan Grab benar-benar terlaksana.

Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Danantara terkait kabar tersebut. Pemerintah Indonesia berpotensi memiliki sebagian saham perusahaan teknologi terbesar di Asia jika investasi ini terwujud.

Dampak Merger GoTo dan Grab terhadap Investasi Dalam Negeri

Ekonom Senior Bright Institute, Awalil Rizky, menyoroti pentingnya menjaga iklim investasi dalam negeri. Pemerintah perlu memperhatikan dampak potensi merger Grab dan GoTo, mengingat Grab merupakan perusahaan asing.

Merger ini berpotensi memperkuat dominasi asing di pasar teknologi Indonesia. Hal ini dapat merugikan pelaku usaha domestik dan perlu diantisipasi pemerintah.

Awalil menekankan perlunya pertimbangan yang matang terhadap berbagai faktor sebelum merger tersebut terjadi. Dampak terhadap pelaku usaha dalam negeri harus menjadi prioritas utama.

Tanggapan Grab Indonesia terkait Isu Merger dan Dominasi Asing

Grab Indonesia, melalui Chief of Public Affairs Tirza Munusamy, menanggapi spekulasi merger dengan GoTo. Pihaknya menyatakan fokus pada pemberdayaan ekonomi kecil dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Munusamy menekankan bahwa Grab Indonesia beroperasi sebagai Penanaman Modal Asing (PMA) yang legal dan telah diatur oleh pemerintah. Hal ini merupakan bentuk investasi yang diizinkan dan telah berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Munusamy membantah anggapan dominasi asing. Dia menegaskan bahwa hampir seluruh karyawan Grab Indonesia adalah Warga Negara Indonesia (WNI). Hanya satu orang manajemen yang merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Grab Indonesia berpendapat bahwa investasi PMA, termasuk Grab, berperan penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis besar, adopsi teknologi, dan inovasi di Indonesia. Kontribusi ini penting bagi ekonomi nasional.

Situasi ini menghadirkan dinamika menarik dalam lanskap investasi dan teknologi Indonesia. Langkah Danantara dan tanggapan Grab memberikan perspektif berbeda tentang potensi merger GoTo dan Grab, serta implikasinya terhadap ekonomi domestik. Perkembangan selanjutnya perlu dipantau untuk melihat bagaimana pemerintah dan pihak swasta akan merespon situasi ini.

Also Read

Tags

Leave a Comment

Slot Maxwin
Live RTP
Slot Dana
https://www.sinamism.com
SLOT367
SLOT367 SLOT367 slot367 gajah55 gajah55 gajah55 https://linktr.ee/SLOTS367ID https://heylink.me/SLOT367_ID/ https://stmik-indonesia.ac.id
https://stiemuarateweh.ac.id https://www.nhm.ac.id https://unidaaceh.ac.id/ https://www.upgrismg.ac.id https://stmt-trisakti.ac.id https://stikfamika.ac.id https://journal.iaialhikmahtuban.ac.id toto macau auto7slot link login auto7slot https://heylink.me/sejoli76/ https://sejoli76.it.com/ sejoli76 sejoli76 sejoli76 Sejoli76 Mpo Slot https://akarweb.lotsgroup.com/ https://signere.keyforce.no/ https://pimeditor.damensch.com/ https://waynestakeaway.rshosting.no/ https://testlogin2.giftedmatrix.net/ https://api.hrp.test.ibasis.co.uk/