Pemkab Banyumas menghadirkan program baru untuk memajukan sektor pariwisatanya. Mulai Sabtu, 23 Oktober 2021, masyarakat Banyumas dapat menikmati layanan bus pariwisata gratis. Inisiatif ini diumumkan langsung oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein, melalui akun Instagram pribadinya.
Program ini merupakan upaya nyata Pemkab Banyumas untuk mendorong sektor pariwisata pasca pelonggaran PPKM level 2 di daerah tersebut. Dengan dibukanya kembali objek wisata, diharapkan geliat ekonomi lokal dapat kembali meningkat.
Bus Pariwisata Gratis Banyumas: Uji Coba Akhir Pekan
Bupati Banyumas mengumumkan program bus pariwisata gratis melalui akun Instagram resminya. Layanan ini masih dalam tahap uji coba dan beroperasi setiap Sabtu dan Minggu.
Rute bus telah ditentukan dan diinformasikan melalui gambar di unggahan Instagram tersebut. Bus akan berhenti di beberapa titik dengan selang waktu sekitar satu jam sekali.
Bupati Husein menekankan bahwa layanan ini benar-benar gratis. “Ini gratis betulan alias free, ora mbayar bar blas, kantong bolong, aja aweh, tetap pakai masker,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Kebijakan Pariwisata Banyumas Pasca PPKM Level 2
Pemerintah Kabupaten Banyumas telah mengizinkan objek wisata kembali beroperasi setelah PPKM resmi turun ke level 2 pada 22 Oktober 2021. Hal ini sejalan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021.
Berdasarkan Inmendagri tersebut, objek wisata di Banyumas dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 25 persen. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga diwajibkan bagi seluruh pengunjung.
Setiap objek wisata juga diwajibkan membentuk gugus Covid-19 mandiri. Hal ini bertujuan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dan pengendalian jumlah wisatawan secara efektif.
Dampak Positif dan Tantangan ke Depan
Program bus pariwisata gratis diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Banyumas. Aksesibilitas yang lebih mudah diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk menjelajahi potensi wisata lokal.
Namun, keberhasilan program ini bergantung pada beberapa faktor. Perencanaan rute yang matang, pengelolaan waktu yang efisien, dan ketersediaan armada yang memadai menjadi kunci keberhasilan.
Selain itu, pengawasan terhadap protokol kesehatan di objek wisata juga harus diperketat. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca dibukanya kembali sektor pariwisata.
Program ini juga perlu dievaluasi secara berkala untuk melihat tingkat efektifitas dan dampaknya terhadap sektor pariwisata Banyumas. Umpan balik dari masyarakat dan pengelola objek wisata sangat penting untuk melakukan perbaikan dan penyempurnaan program.
Pemerintah Kabupaten Banyumas perlu memastikan keberlanjutan program ini dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti anggaran, pemeliharaan armada, dan kebutuhan sumber daya manusia. Kesuksesan program ini akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Banyumas. Dengan begitu, tercipta keseimbangan antara pemulihan ekonomi dan pencegahan penyebaran Covid-19. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.






