Pariwisata Bali, yang sempat terpuruk selama pandemi, kini menanti kebangkitan. Setelah lebih dari setahun lesu akibat pembatasan perjalanan internasional, pemerintah Indonesia menargetkan pembukaan kembali Pulau Dewata bagi wisatawan mancanegara. Langkah ini diharapkan dapat menghidupkan kembali sektor ekonomi yang sangat vital bagi Indonesia.
Rencana pembukaan ini disambut antusias oleh para pelaku wisata di Bali. Mereka melihatnya sebagai secercah harapan setelah mengalami kerugian besar selama pandemi. Kesabaran dan ketahanan mereka selama masa sulit ini akan segera terbayar dengan geliat ekonomi kembali di sektor pariwisata.
Pembukaan Bali Tahap Awal: Fokus pada Zona Hijau
Pemerintah tidak akan langsung membuka seluruh destinasi wisata di Bali. Sebagai langkah awal, akan dilakukan uji coba di tiga kawasan zona hijau yang telah ditetapkan: Ubud, Sanur, dan Nusa Dua. Pembukaan ini dijadwalkan pada Juli 2021.
Pemilihan zona hijau didasarkan pada upaya untuk meminimalisir risiko penyebaran COVID-19. Dengan tingkat kasus yang rendah, diharapkan kunjungan wisatawan dapat berjalan aman dan nyaman.
Vaksinasi Massal: Kunci Sukses Pembukaan Pariwisata
Vaksinasi COVID-19 secara masif menjadi prioritas utama di ketiga zona hijau tersebut. Pemerintah pusat telah menyediakan 170.487 dosis vaksin, terdistribusi untuk Ubud (47.045 dosis), Nusa Dua (87.715 dosis), dan Sanur (35.727 dosis).
Program vaksinasi ini dimulai sejak 22 Maret 2021 dan bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi wisatawan dan masyarakat lokal. Keberhasilan vaksinasi diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata Bali.
Harapan dan Antisipasi Para Pelaku Wisata
AB Sadewa, Corporate Secretary PT Destinasi Tirta Nusantara, Tbk., mengungkapkan rasa optimismenya terhadap rencana pembukaan Bali. Ia berharap pembukaan ini dapat menjadi momentum kebangkitan pariwisata Indonesia secara menyeluruh.
Destinasi Tirta Nusantara berharap pemerintah memberikan stimulus dan insentif bagi pelaku wisata, khususnya biro perjalanan. Bentuk dukungan tersebut dapat berupa pinjaman lunak, insentif pemasaran, relaksasi visa bagi wisatawan mancanegara, hingga hibah.
Implementasi Vaccine Passport dan Protokol Kesehatan
Penerapan vaccine passport bagi wisatawan mancanegara yang sudah divaksinasi juga dianggap penting. Hal ini untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Selain itu, Destinasi Tirta Nusantara menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan atau CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) sesuai standar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kepatuhan terhadap protokol kesehatan ini menjadi kunci keberhasilan pembukaan pariwisata Bali.
Target Pembukaan dan Evaluasi Berkelanjutan
Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Gianyar pada 16 Maret 2021, menekankan pentingnya vaksinasi dan pemantauan berkelanjutan. Pembukaan tahap awal di tiga zona hijau akan dievaluasi setiap minggu.
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, menjelaskan bahwa pembukaan untuk wisatawan mancanegara di zona hijau ditargetkan pada 17 Agustus 2021. Pembukaan penuh untuk seluruh destinasi wisata di Bali baru akan dilakukan pada Maret 2022.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, menambahkan bahwa destinasi wisata hijau yang bebas COVID-19 akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Keberhasilan strategi ini akan membuka peluang besar untuk pemulihan ekonomi Bali dan Indonesia secara keseluruhan. Dengan pengawasan yang ketat dan adaptasi yang tepat, Bali siap untuk kembali memikat dunia dengan keindahan dan pesonanya.






