Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada 5 Juni 2025 lalu, menandai momen berbagi daging kurban. Namun, menyimpan daging kurban agar tetap segar dan bernutrisi merupakan tantangan tersendiri bagi banyak orang. Keberhasilan penyimpanan berdampak langsung pada kualitas gizi dan keamanan konsumsi daging kurban.
Dr. Farida Wahyu Ningtyias, pakar gizi Universitas Jember (Unej), berbagi kiat praktis untuk menjaga kualitas daging kurban. Ia menekankan pentingnya suhu penyimpanan dalam mempertahankan nilai gizi daging.
Suhu Penyimpanan yang Ideal untuk Daging Kurban
Suhu penyimpanan yang tepat sangat krusial. Untuk penyimpanan jangka pendek, lemari es (chiller) dengan suhu 0-4 derajat Celcius adalah pilihan terbaik.
Pada suhu ini, daging utuh atau potongan dapat bertahan 3-5 hari. Daging cincang, karena luas permukaannya yang lebih besar, hanya bertahan 1-2 hari.
Suhu di bawah 4 derajat Celcius efektif menghambat pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E.coli. Bakteri ini berkembang pesat pada suhu di atas 5 derajat Celcius.
Penyimpanan Jangka Panjang dan Tanda-Tanda Kerusakan
Untuk penyimpanan jangka panjang, freezer adalah solusi ideal. Suhu optimal freezer adalah -18 derajat Celcius atau lebih rendah.
Pada suhu ini, daging utuh bisa bertahan hingga 12 bulan, dan daging cincang hingga 4 bulan. Pertumbuhan mikroorganisme terhenti, dan degradasi gizi berlangsung sangat lambat.
Perubahan warna menjadi abu-abu, kehijauan, atau coklat gelap menandakan penurunan kualitas gizi. Bau asam atau tengik, serta tekstur berlendir, juga merupakan tanda-tanda kerusakan.
Kondisi ini mengindikasikan pertumbuhan mikroorganisme pembusuk, menyebabkan kehilangan protein dan vitamin, serta menurunkan kualitas rasa daging.
Tips Optimasi Penyimpanan Daging Kurban
Pisahkan daging berdasarkan kategori sebelum disimpan dalam freezer. Bedakan daging merah, jeroan, dan tulang.
Kemas daging dalam porsi sesuai kebutuhan masak, misalnya 250-500 gram per kemasan. Hal ini mencegah pencairan seluruh daging sekaligus yang dapat menurunkan kualitas.
Gunakan plastik atau wadah *food-grade* kedap udara untuk kemasan. Jeroan harus dipisahkan karena lebih cepat busuk, meminimalisir kontaminasi silang.
Kemasan vakum sangat direkomendasikan. Metode ini mengurangi kadar oksigen, menekan pertumbuhan bakteri dan jamur.
*Vakum sealer* dapat membantu proses ini. Namun, jika tidak tersedia, Anda bisa menggunakan plastik *zipper* khusus makanan dan mengeluarkan udara sebanyak mungkin.
Metode ini, meski kurang optimal, tetap membantu menjaga kualitas daging. Terutama untuk keluarga kecil yang ingin menyimpan daging dalam jangka waktu lama tanpa risiko *freezer burn*.
Dengan menerapkan tips penyimpanan yang tepat, kita dapat memastikan daging kurban tetap aman, bernutrisi, dan lezat untuk dinikmati. Mengingat pentingnya kualitas gizi dan keamanan pangan, perhatian terhadap detail penyimpanan sangatlah krusial. Semoga informasi ini bermanfaat dalam memanfaatkan berkah Idul Adha.






