Status Geopark Kaldera Toba kini dalam sorotan setelah UNESCO memberikan peringatan, mengancam pencabutan statusnya sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Peringatan ini disebabkan oleh tata kelola kawasan yang dinilai kurang maksimal.
Dampaknya terhadap pariwisata Indonesia, khususnya di kawasan Danau Toba, sangat signifikan dan perlu diantisipasi. Ancaman pencabutan status UGG berpotensi menurunkan jumlah kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Ancaman Penurunan Kunjungan Wisatawan
UNESCO memberikan pengakuan internasional yang menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara. Hilangnya status tersebut akan mengurangi daya tarik Geopark Kaldera Toba.
Menurut Taufan Rahmadi, Dewan Pakar Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Bidang Pariwisata, penurunan jumlah wisatawan bisa mencapai 20-30 persen, terutama dari Eropa dan Asia Timur.
Sejak tahun 2020, pengakuan UNESCO telah meningkatkan kunjungan wisata hingga 40 persen. Kehilangan status ini akan membalikkan tren positif tersebut.
Dampak Ekonomi Lokal yang Signifikan
Dampak negatif tidak hanya terbatas pada sektor pariwisata. Pencabutan status UGG akan berdampak luas pada perekonomian lokal.
Masyarakat sekitar Danau Toba sangat bergantung pada sektor pariwisata. UMKM, homestay, dan pemandu wisata akan mengalami penurunan pendapatan yang signifikan.
Taufan memperkirakan sekitar 60 persen penduduk di kawasan Danau Toba bergantung pada sektor pariwisata. Penurunan pendapatan ini akan berdampak besar pada kesejahteraan mereka.
Upaya Penyelamatan Status Geopark Kaldera Toba
Pemerintah dan pihak pengelola Geopark Kaldera Toba perlu segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola kawasan.
Perbaikan tata kelola meliputi berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sampah, hingga pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan.
Kecepatan dan efektivitas penanganan masalah ini sangat krusial untuk mencegah pencabutan status UGG dan meminimalisir dampak negatif yang lebih besar.
Partisipasi aktif seluruh stakeholder, baik pemerintah pusat dan daerah, masyarakat lokal, maupun pelaku bisnis pariwisata, sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan status Geopark Kaldera Toba.
Suksesnya upaya ini tidak hanya menentukan nasib pariwisata Danau Toba, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat.
Kehilangan status UGG akan menjadi pukulan telak bagi perekonomian dan pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut.
Oleh karena itu, upaya untuk mempertahankan status UGG harus menjadi prioritas utama.
Kehilangan status UNESCO akan berdampak sangat signifikan pada pariwisata dan ekonomi lokal di Danau Toba. Perbaikan tata kelola kawasan dan kerja sama semua pihak sangat penting untuk mencegah hal tersebut terjadi. Masa depan pariwisata Danau Toba bergantung pada keberhasilan upaya ini.






