Hari Tasyrik, tiga hari setelah Idul Adha, merupakan momen penting bagi umat Islam yang seringkali kurang dipahami. Lebih dari sekadar tiga hari setelah perayaan Idul Adha, Hari Tasyrik menyimpan makna dan amalan khusus yang penuh keberkahan.
Makna Hari Tasyrik berasal dari kata “tasyrik” yang berarti “menjemur” dalam bahasa Arab. Tradisi ini berkaitan dengan proses pengeringan daging kurban di bawah sinar matahari pada masa lampau, sebagai metode pengawetan sebelum adanya teknologi modern. Namun, maknanya kini jauh lebih luas dan bermakna dalam konteks ibadah.
Jadwal Hari Tasyrik 2025
Berdasarkan sidang isbat Kementerian Agama RI, Idul Adha 1446 H jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025. Dengan demikian, Hari Tasyrik dirayakan selama tiga hari setelahnya:
1. Hari Tasyrik Pertama: Sabtu, 7 Juni 2025 (11 Dzulhijjah)
2. Hari Tasyrik Kedua: Minggu, 8 Juni 2025 (12 Dzulhijjah)
3. Hari Tasyrik Ketiga: Senin, 9 Juni 2025 (13 Dzulhijjah)
Rasulullah SAW bersabda, “Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan hari zikir.” (HR Muslim). Hadis ini menunjukkan anjuran untuk memperbanyak ibadah dan bersyukur di hari-hari tersebut, bukan untuk berpuasa, kecuali bagi jamaah haji yang tidak mampu berkurban.
Amalan Penting di Hari Tasyrik
Hari Tasyrik merupakan kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih pahala berlipat ganda. Berikut beberapa amalan yang dianjurkan:
1. Menyembelih Hewan Kurban
Bagi yang belum berkurban pada hari raya Idul Adha, Hari Tasyrik merupakan kesempatan terakhir untuk melaksanakan ibadah kurban. Pastikan hewan kurban memenuhi syarat syariat Islam, baik dari segi jenis, usia, dan kesehatannya.
2. Bersyukur dengan Makan dan Minum Bersama Keluarga dan Tetangga
Menikmati hidangan bersama keluarga dan tetangga sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT adalah amalan yang dianjurkan. Berbagi kebahagiaan dan mempererat silaturahmi menjadi bagian penting dari Hari Tasyrik.
Puasa di hari Tasyrik diharamkan, kecuali bagi jamaah haji yang tidak mampu berkurban. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menikmati dan mensyukuri nikmat Allah SWT di hari-hari tersebut.
3. Memperbanyak Dzikir, Takbir, Tahlil, dan Tahmid
Allah SWT berfirman dalam QS Al-Baqarah: 203, “Dan berzikirlah dengan menyebut nama Allah pada hari-hari yang berbilang.” Ibnu Abbas menafsirkan “hari-hari yang berbilang” sebagai Hari Tasyrik. Perbanyaklah dzikir, takbir, tahlil, dan tahmid di setiap kesempatan, terutama setelah salat wajib.
4. Membaca Doa Mustajab
Hari Tasyrik adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah SAW menganjurkan doa sapu jagat: “Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban-naar.” (Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka).
Selain doa sapu jagat, bacalah doa-doa lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan Anda. Berdoalah dengan khusyuk dan penuh keyakinan.
Tips Mengoptimalkan Hari Tasyrik
Agar Hari Tasyrik lebih bermakna, rencanakan kegiatan ibadah Anda dengan baik. Sisihkan waktu khusus untuk beribadah, berdoa, dan bersilaturahmi. Libatkan seluruh anggota keluarga dalam kegiatan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
Jangan lupa untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Berbagi rezeki dan membantu orang lain akan menambah pahala dan keberkahan di Hari Tasyrik.
Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Selamat merayakan Hari Tasyrik 2025!





