Piala Sudirman 2025 telah melahirkan dua bintang muda tunggal putra Indonesia yang menjanjikan: Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah. Keduanya memberikan kontribusi signifikan bagi keberhasilan Indonesia meraih medali perunggu, namun perjalanan mereka menuju puncak masih panjang dan membutuhkan pembuktian lebih lanjut.
Meskipun menunjukkan potensi luar biasa, kedua pemain muda ini masih memerlukan peningkatan dan pengalaman untuk bersaing di level tertinggi bulu tangkis dunia. Pelatih kepala pun menekankan pentingnya proses dan kesabaran dalam pengembangan karier atlet muda berbakat ini.
Peran Penting Alwi dan Ubed di Piala Sudirman 2025
Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah, atau yang akrab disapa Ubed, berperan krusial dalam perjuangan tim Indonesia di Piala Sudirman 2025.
Alwi, yang berusia 19 tahun, menunjukkan penampilan gemilang dengan mengalahkan pemain-pemain top seperti Anders Antonsen (Denmark) dan Cho Geonyeop (Korea Selatan).
Sementara Ubed, pada usia 17 tahun, melakukan debutnya di Piala Sudirman dengan sukses menyumbangkan poin penting saat melawan Inggris.
Kemenangan-kemenangan ini telah melambungkan nama keduanya sebagai calon penerus Jonatan Christie di masa mendatang.
Tantangan dan Proses Pengembangan Atlet Muda
Pelatih kepala tunggal putra utama, Indra Widjaja, mengakui potensi besar Alwi dan Ubed.
Kinerja mereka sudah mendekati level pemain top dunia, namun masih memerlukan pematangan dan peningkatan jam terbang pertandingan.
Indra menekankan pentingnya proses dan kesabaran dalam mengembangkan atlet muda.
Ia mengakui regenerasi memang dibutuhkan secara cepat, namun kualitas dan konsistensi permainan harus tetap diutamakan.
Pengalaman Berharga dari Tekanan Pertandingan
Indra memberikan contoh saat Alwi menghadapi wakil Korea Selatan di semifinal.
Juara dunia junior 2023 ini terlihat gugup, terutama di gim pertama.
Hal ini menunjukkan pentingnya pengalaman bertanding dalam menghadapi tekanan untuk meningkatkan mentalitas juara.
Indra melihat ini sebagai pengalaman berharga yang dapat menjadi pelajaran bagi Alwi untuk meningkatkan mental bertandingnya di masa mendatang.
Strategi Pengembangan dan Turnamen Mendatang
Ke depan, Indra Widjaja akan lebih selektif dalam memilih turnamen yang tepat untuk Alwi dan Ubed.
Tujuannya adalah untuk memaksimalkan proses pematangan dan perkembangan mereka secara bertahap.
Alwi, yang kini berada di peringkat atas, akan mengikuti turnamen bergengsi seperti Indonesia Open.
Sementara Ubed, yang masih berada di peringkat 77 dunia, akan mengikuti turnamen yang sesuai dengan levelnya secara bertahap untuk terus mengasah kemampuannya.
Indra berharap Alwi dan Ubed dapat menunjukkan performa maksimal di setiap turnamen yang mereka ikuti, seperti yang telah mereka tunjukkan di Piala Sudirman 2025.
Kesimpulannya, Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah merupakan talenta muda bulu tangkis Indonesia yang menjanjikan. Meskipun performa mereka di Piala Sudirman 2025 sangat impresif, perjalanan menuju puncak masih panjang dan membutuhkan proses pematangan yang konsisten dan terarah. Dukungan dan bimbingan pelatih yang tepat, diiringi dengan pemilihan turnamen yang strategis, akan menjadi kunci kesuksesan mereka di masa depan. Mereka adalah harapan baru bulu tangkis Indonesia, yang membutuhkan waktu, kesabaran, dan kesempatan untuk terus berkembang dan membuktikan diri di kancah internasional.






