Ulama besar Imam Syafi’i dikenal akan kepakarannya dalam bidang ilmu agama. Ia memiliki amalan doa yang konon selalu dibaca sebelum doa sapu jagat, doa yang diyakini membawa keberkahan luar biasa bagi pengamalnya.
Doa sapu jagat sendiri, “رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ”, sering dipanjatkan sebagai penutup doa. Namun, doa andalan Imam Syafi’i yang dimaksud merupakan ijazah dari almarhum KH. Ridlwan Mranggen (menantu Kiai Mushlih al Maroqi), dan belum ditemukan secara tertulis di kitab-kitab karya Imam Syafi’i.
Doa Andalan Imam Syafi’i: Ijazah yang Menarik Perhatian
Meskipun belum terdokumentasi secara tertulis dalam karya-karya Imam Syafi’i, doa ini diyakini memiliki manfaat luar biasa berdasarkan pengalaman dan keyakinan para pengamalnya. Keberadaan doa ini menarik perhatian karena dikaitkan langsung dengan pengalaman hidup Imam Syafi’i sendiri.
Doa tersebut berbunyi: “اللهم امنن علينا بصفاء المعرفة وتصحيح المعاملة على سنة رسولك محمد صلى الله عليهوسلم.” Artinya kurang lebih: “Ya Allah, limpahkanlah kepada kami kesucian pengetahuan dan perbaikan akhlak sesuai dengan sunnah Rasulullah Muhammad SAW.”
Keutamaan Doa Menurut Pengalaman dan Keyakinan
Keutamaan doa ini, berdasarkan penuturan yang diterima dari jalur ijazah, sangatlah signifikan. Pengamalnya diyakini terhindar dari tipu daya penampilan ulama yang kurang baik (suu’).
Lebih lanjut, doa ini diyakini senantiasa membimbing pengamalnya kepada para ulama yang istiqamah dan berilmu. Selain itu, doa ini dikaitkan dengan kemudahan mendapatkan husnul khotimah (akhir hayat yang baik) dan futuhul ilmi (terbukanya rahasia ilmu).
Menjelajahi Makna dan Implementasi Doa
Doa ini menekankan pentingnya kesucian pengetahuan (صفاء المعرفة) dan perbaikan akhlak (تصحيح المعاملة) yang selaras dengan sunnah Rasulullah SAW. Kesucian pengetahuan merujuk pada pemahaman ilmu agama yang benar dan terbebas dari prasangka.
Perbaikan akhlak, merupakan implementasi dari ilmu yang didapatkan. Artinya, pengetahuan agama harus diwujudkan dalam bentuk perbuatan baik dan akhlak mulia. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan amal.
Dengan mengamalkan doa ini, seorang muslim diharapkan dapat meningkatkan kualitas keilmuannya serta akhlaknya, sehingga hidupnya senantiasa diridhoi Allah SWT. Penting untuk diingat bahwa keutamaan doa ini berdasarkan pengalaman dan keyakinan, dan perlu diimbangi dengan usaha dan ikhtiar yang maksimal.
Meskipun sumber tertulisnya belum ditemukan, doa ini tetap dapat diamalkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT. Keberkahan dan manfaatnya akan didapatkan jika diiringi dengan keimanan yang kuat dan ketekunan dalam beribadah.
Semoga uraian di atas dapat memberikan pemahaman yang lebih luas tentang doa andalan Imam Syafi’i ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan keberkahan kepada kita semua.






