Libur Lebaran 2021 di Purbalingga diwarnai dengan lonjakan kunjungan wisata. Destinasi populer dibanjiri pengunjung yang memanfaatkan momen libur panjang untuk berwisata. Salah satu lokasi yang mengalami peningkatan signifikan adalah Lembah Asri Serang (D’LAS) di Kecamatan Karangreja.
Namun, euforia libur Lebaran ini juga menimbulkan tantangan. Kemacetan parah terjadi di jalur Serang-Kutabawa menuju D’LAS pada Sabtu, 15 Mei 2021, mempengaruhi kenyamanan para wisatawan.
Kemacetan Parah di Jalur Menuju Lembah Asri Serang
Kemacetan di jalur Serang-Kutabawa mulai terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Arus lalu lintas kendaraan yang didominasi wisatawan menuju D’LAS tersendat hingga siang hari.
Awalnya, kemacetan diduga disebabkan membludaknya pengunjung. Namun, Kasat Lantas Polres Purbalingga, AKP Rizky Widyo Pratomo, memberikan klarifikasi.
Beliau menjelaskan bahwa penyebab utama kemacetan adalah sebuah mobil wisatawan yang mengalami mogok di tengah jalan. Kondisi ini diperparah oleh medan jalan yang hanya memiliki satu jalur.
Upaya Penanganan Kemacetan dan Himbauan Kepada Pengelola Wisata
Pihak kepolisian langsung bertindak cepat untuk mengatasi kemacetan. Anggota Satlantas Polres Purbalingga membantu mobil yang mogok dan mengatur lalu lintas.
Selain itu, mereka juga membantu pengaturan di area tiket masuk dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Petugas kepolisian berupaya semaksimal mungkin untuk mengurai kemacetan dan memastikan kelancaran arus lalu lintas.
AKP Rizky juga menyampaikan imbauan kepada pengelola D’LAS. Pengelola diminta untuk tidak memasukkan semua kendaraan sekaligus agar arus lalu lintas tetap lancar.
Imbauan lain juga ditekankan mengenai pembatasan jumlah pengunjung sesuai edaran Bupati, yakni maksimal 30 persen dari kapasitas, dan penutupan lokasi wisata pukul 15.00 WIB.
Dampak Lonjakan Pengunjung dan Antisipasi Kedepan
Lonjakan pengunjung di objek wisata Purbalingga selama libur Lebaran 2021 menunjukkan peningkatan minat masyarakat untuk berwisata.
Peristiwa kemacetan di D’LAS menjadi pembelajaran penting bagi pengelola wisata dan pemerintah daerah. Perencanaan dan antisipasi yang lebih matang diperlukan untuk mengelola lonjakan pengunjung di masa mendatang.
Langkah-langkah yang bisa dipertimbangkan antara lain:
- Peningkatan kapasitas parkir dan jalur akses menuju objek wisata.
- Pemantauan dan pengaturan arus lalu lintas yang lebih efektif.
- Sosialisasi dan penegakan aturan pembatasan jumlah pengunjung.
- Kerjasama yang lebih erat antara pengelola wisata, kepolisian, dan pemerintah daerah.
Dengan koordinasi dan strategi yang tepat, potensi peningkatan kunjungan wisata dapat dikelola dengan baik tanpa menimbulkan permasalahan seperti kemacetan dan ketidaknyamanan bagi wisatawan. Semoga ke depannya, pengalaman berwisata di Purbalingga semakin menyenangkan dan lancar.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya kesiapan infrastruktur dan manajemen wisata yang terintegrasi untuk menghadapi lonjakan pengunjung, khususnya pada periode libur panjang. Harapannya, pemerintah daerah dan pengelola wisata dapat berkolaborasi untuk menciptakan pengalaman wisata yang positif dan berkesan bagi semua pihak.






