Kabupaten Solok, Sumatera Barat, tengah berlomba menggairahkan sektor pariwisatanya. Langkah berani ini diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Fokus utamanya? Mengembangkan konsep wisata halal berbasis digitalisasi dan data berkualitas tinggi.
Inovasi ini diyakini mampu menjawab kebutuhan wisatawan modern, khususnya wisatawan Muslim yang menginginkan perjalanan aman, nyaman, dan sesuai syariat Islam. Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen menjadikan Solok sebagai destinasi wisata halal berstandar internasional.
Solok: Menuju Destinasi Wisata Halal Digital Berstandar Internasional
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan komitmennya dalam rapat koordinasi pariwisata pada 7 Mei 2025. Ia menekankan pentingnya pengembangan pariwisata Solok yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga unggul dalam pelayanan dan sistem digital.
Sistem digitalisasi akan diterapkan secara menyeluruh, mulai dari promosi hingga reservasi. Efisiensi dan efektivitas menjadi kunci utama dalam strategi ini. Semua proses diharapkan berjalan lancar dan mudah diakses oleh wisatawan.
Mengenal Konsep Wisata Halal Digital di Solok
Wisata halal lebih dari sekadar tempat wisata yang ramah Muslim. Konsep ini mencakup berbagai aspek, mulai dari ketersediaan fasilitas ibadah yang memadai, penyediaan makanan halal yang terjamin, hingga akomodasi yang nyaman dan bersih.
Kabupaten Solok melangkah lebih maju dengan mengintegrasikan prinsip wisata halal dengan teknologi digital. Digitalisasi meliputi pemetaan destinasi wisata, promosi daring yang efektif, sistem reservasi online, dan analisis data kunjungan wisatawan. Data yang akurat akan digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan dan mengoptimalkan pengelolaan destinasi.
Digitalisasi untuk Optimalisasi Layanan Pariwisata
Pemetaan destinasi secara digital akan memudahkan wisatawan untuk menemukan informasi yang dibutuhkan. Sistem reservasi online yang terintegrasi akan memudahkan proses pemesanan akomodasi dan aktivitas wisata.
Analisis data kunjungan wisatawan akan memberikan wawasan berharga bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan dan merencanakan pengembangan pariwisata yang lebih efektif. Data ini juga akan membantu pelaku UMKM lokal dalam menyesuaikan produk dan layanan mereka dengan kebutuhan wisatawan.
Dukungan Penuh Stakeholder dan Target Pengembangan
Rapat koordinasi pariwisata dihadiri oleh berbagai stakeholder penting. Wakil Bupati Solok, Candra, Ketua DPRD, Ivoni Munir, kepala OPD, camat, wali nagari, pelaku industri pariwisata, akademisi, dan tokoh masyarakat dari Lembah Gumanti dan Danau Kembar turut serta.
Sinergi dan kolaborasi antar stakeholder dinilai krusial untuk kesuksesan program ini. Ivoni Munir berharap pengembangan wisata halal digital bukan hanya sebatas konsep, tetapi memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat.
Target Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat
Program wisata halal digital ini memiliki target yang ambisius. Pemerintah Kabupaten Solok berharap program ini akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata juga menjadi tujuan utama. Selain itu, program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, khususnya di desa-desa wisata, serta memberdayakan pelaku UMKM, kuliner halal, dan industri kreatif lokal.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Armen, menyampaikan rasa syukur atas dukungan dari semua pihak. Ia berharap pariwisata Solok akan semakin maju dan berkelanjutan.
Solok: Inspirasi Wisata Halal Digital di Sumatera Barat dan Indonesia?
Langkah inovatif Kabupaten Solok berpotensi menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sumatera Barat, bahkan Indonesia. Penggabungan potensi alam, nilai-nilai Islam, dan teknologi digital dalam pengembangan pariwisata merupakan langkah strategis.
Tantangan tetap ada, termasuk penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan infrastruktur, dan konsistensi dalam menjaga kualitas layanan. Dengan komitmen yang kuat dan perencanaan yang matang, Solok memiliki peluang besar untuk menjadi role model wisata halal digital, tidak hanya di Sumatera Barat, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional. Keberhasilan ini bergantung pada kolaborasi yang solid dan keberlanjutan program.






