Bulan Rajab, salah satu bulan mulia dalam kalender Islam, menyimpan berbagai peristiwa penting. Salah satunya adalah Isra’ Mi’raj, perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit. Khutbah Jumat bulan Rajab seringkali mengangkat tema ini, mengingatkan kita akan pentingnya sholat sebagai ibadah utama.
Berikut ini adalah naskah khutbah Jumat yang lengkap, diambil dari Kementerian Agama Purbalingga, yang membahas tentang keutamaan sholat dan dikaitkan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj di bulan Rajab.
Keutamaan Bulan Rajab dan Hikmahnya
Bulan Rajab memiliki keistimewaan tersendiri. Nama “Rajab” berasal dari kata “tarjib,” yang berarti agung dan mulia.
Allah SWT melimpahkan rahmat, kemudahan, dan kebaikan di bulan ini. Sebagian ulama bahkan menyebutnya sebagai bulan penanaman, di mana amal baik yang ditanam akan berbuah di bulan Sya’ban dan Ramadhan.
Doa Nabi Muhammad SAW untuk keberkahan di bulan Rajab dan Sya’ban, serta permohonan agar dipertemukan dengan Ramadhan, menunjukkan pentingnya memanfaatkan bulan ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Isra’ Mi’raj: Peristiwa Monumental yang Mengukuhkan Sholat
Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi di bulan Rajab. Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu ke Sidratul Muntaha, merupakan bukti nyata kekuasaan Allah SWT.
Ayat Al-Quran surat Al-Isra’ ayat 1 menjelaskan peristiwa ini. Perjalanan tersebut berujung pada perintah sholat lima waktu, sebuah ibadah fundamental dalam Islam.
Kisah permohonan keringanan jumlah rakaat sholat kepada Allah SWT oleh Nabi Muhammad SAW, dan negosiasi dengan Nabi Musa AS, mengajarkan kita tentang pentingnya berikhtiar dan tetap berserah diri kepada Allah SWT.
Hikmah Isra’ Mi’raj bagi Kehidupan Kita
Isra’ Mi’raj membuktikan kebenaran wahyu Ilahi, bahkan di luar jangkauan akal manusia.
Peristiwa ini menguji keimanan kita, mengajarkan untuk tidak hanya bergantung pada akal dalam memahami agama.
Kita harus menghindari cara berpikir yang hanya mengandalkan akal semata, dan mengesampingkan kemahakuasaan Allah SWT.
Pembersihan hati Nabi Muhammad SAW sebelum Mi’raj, mengajarkan pentingnya kesucian hati sebelum mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sholat yang kita kerjakan harus dimulai dari kesucian diri, baik lahir maupun batin, agar khusyuk dan diterima oleh Allah SWT.
Toibat dan Amal Shalih di Bulan Rajab
Bulan Rajab juga momentum untuk bertobat dari dosa dan maksiat.
Ibnu Rajab menganjurkan pemutihan catatan dosa dengan amal baik di bulan mulia ini.
Syarat tobat yang diterima Allah SWT, antara lain: menyesali dosa, meninggalkan dosa, dan berjanji tidak mengulangi.
Selain bertobat, perbanyak amalan shalih seperti puasa sunnah, sedekah, dan dzikir.
Semoga kita semua mendapatkan keberkahan dan ampunan dari Allah SWT di bulan Rajab yang mulia ini. Aamiin.
Khutbah Jumat ini, yang disampaikan oleh Imam Burhanudin AS dari KUA Kecamatan Bobotsari, mengingatkan kita akan pentingnya sholat dan memanfaatkan bulan Rajab untuk menambah ketaqwaan kepada Allah SWT. Semoga kita semua mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.






