Sholawat merupakan amalan penting dalam Islam, sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Membaca sholawat memiliki banyak keutamaan, di antaranya mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan syafaat di akhirat.
Artikel ini menyajikan tujuh bacaan sholawat Nabi yang pendek dan mudah dihafal, cocok diamalkan kapan saja dan di mana saja. Semoga informasi ini bermanfaat bagi pembaca dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
Tujuh Bacaan Sholawat Nabi Pendek dan Mudah Dihafal
Mengamalkan sholawat setiap hari sangat dianjurkan. Keutamaan membaca sholawat sangat besar, bahkan pahala yang didapat sangat berlimpah.
Berikut ini tujuh bacaan sholawat Nabi yang pendek dan mudah dihafal, lengkap dengan artinya dalam bahasa Indonesia.
Sholawat Matsurah, Nariyah, dan Syifa: Keutamaan dan Manfaatnya
Sholawat Matsurah sering dibaca saat doa qunut sholat subuh. Lafadznya singkat dan mudah diingat.
Lafadz Sholawat Matsurah: “Allaahumma sholli alaa muhammadin nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihi wasallim.” Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad yang tiada dapat membaca dan menulis (Ummy) dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarganya.”
Sholawat Nariyah dikenal luas dan sering diamalkan. Keutamaannya meliputi terkabulnya hajat dan terhindarnya dari kesulitan.
Lafadz Sholawat Nariyah: “Allaahumma sholli sholaatan kaamilatan wasallim salaamaan taamman alaa sayyidinaa muhammadinil ladzii tanhallu bihiluqodu watanfariju bihilkurobu watuqdhoo bihilhawaaiju watunaalu bihir roghooibu wahusnul khowaatimi wayustasqaal ghomaamu biwajhihilkariimi waalaa aalihii washohbihii fii kulli lamhatin wanafasin biadadi kulli maluumin laka.” Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.”
Sholawat Syifa, atau juga disebut Shalawat Thibib al-Qulub dan Shalawat Nur al-Abshar, diyakini dapat memberikan ketenangan dan menyembuhkan penyakit hati. Lafadznya:
“Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin thibbil qulubi wa dawa-iha wa’afiyatil abdani wa syifa-iha wa nuril abshari wa dhiya-iha wa ‘ala alihi washahbihi wa bariik wa sallim.” Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, sebagai dokter hati dan menjadi obatnya. Obat untuk badan dan penyembuhnya, cahaya segala penglihatan dan menjadi sinarnya. Semoga keberkahan dan keselamatan dicurahkan pada keluarga dan sahabat-sahabatnya.”
Sholawat Ibrahimiyah, Qad Dhaqat, dan Shahibun-Nasab: Keistimewaan Masing-Masing
Sholawat Ibrahimiyah dipanjatkan untuk Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Sholawat ini sering dibaca saat tahiyyatul akhir sholat.
Lafadz Sholawat Ibrahimiyah: “Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid” Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.”
Sholawat Qad Dhaqat memohon pertolongan kepada Nabi Muhammad SAW. Keutamaannya di antaranya terkabulnya hajat dan jalan keluar dari masalah.
Lafadz Sholawat Qad Dhaqat: Assholaatu wa salaamu ‘alaika yaa sayyidi yaa Rasulallah khudz biyadii qollat hiilatii adriknii. Artinya, “Rahmat dan sejahtera semoga dicurahkan kepadamu wahai Rasulullah, peganglah tanganku, sedikit sekali upayaku maka temukanlah aku.”
Sholawat Shahibun-Nasab memuji nasab mulia Nabi Muhammad SAW. Keutamaannya, dikaruniai anak keturunan yang saleh dan salehah.
Lafadz Sholawat Shahibun-Nasab: Allohumma sholli ‘ala sayyidina muhammadin shohibin nasabisy syarifi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallim. Artinya, “Ya Allah, berikanlah shalawat dan salam sejahtera kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, pemilik nasab yang mulia dan semoga shalawat tercurah kepada para keluarga dan para sahabat beliau, dan juga berikanlah keselamatan.”
Sholawat Ghina’il Faqri dan Kesimpulan
Sholawat Ghina’il Faqri memohon kekayaan hati dan keselamatan dunia akhirat. Amalan ini diharapkan dapat memberikan kelapangan rezeki dan hati.
Lafadz Sholawat Ghina’il Faqri: Allahumma sholli wa sallim ‘ala sayyidina muhammadin ghina-a faqri wa hayata ruhi wa syarha qolbi wa najati fid-dunya wal akhiroti. Artinya, “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad saw, rahmat yang bisa memberikan kekayaan dari kefakiranku, kehidupan ruhku, kelapangan hati dan keselamatanku di dunia dan di akhirat.”
Semoga dengan mengamalkan sholawat-sholawat di atas, kita semakin dekat kepada Allah SWT dan mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak. Konsistensi dalam beribadah, termasuk membaca sholawat, akan membawa keberkahan dalam hidup.






