Pemerintah Meksiko telah mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran kesejahteraan hewan di Dolphinaris Barcelo, Riviera Maya. Atraksi lumba-lumba tersebut resmi ditutup permanen setelah ditemukan tujuh pelanggaran serius yang berdampak signifikan pada kesehatan dan keselamatan satwa.
Penutupan ini menyusul denda sebesar lebih dari 7,5 juta peso (sekitar Rp 6 miliar) yang dijatuhkan kepada perusahaan pengelola. Keputusan ini menekankan komitmen pemerintah Meksiko untuk melindungi kesejahteraan hewan dan menegakkan hukum terkait.
Penutupan Permanen Dolphinaris Barcelo: Pelanggaran Berat Kesejahteraan Hewan
Jaksa Agung Mariana Boy Tamborrell menegaskan bahwa setiap fasilitas yang menangani mamalia laut memiliki kewajiban hukum untuk memastikan kesejahteraan hewan. Penutupan Dolphinaris Barcelo merupakan bukti komitmen pemerintah untuk menegakkan peraturan tersebut.
Beberapa pelanggaran yang ditemukan termasuk memaksa lumba-lumba untuk tampil meskipun dalam kondisi cedera, seperti kasus lumba-lumba yang dipaksa tampil pada tahun 2020 meskipun mengalami cedera mata.
Hewan-hewan juga dipaksa tampil berulang kali tanpa istirahat yang cukup, serta tidak menerima perawatan medis yang memadai sesuai standar kesejahteraan hewan laut. Hal ini menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap kesehatan fisik dan mental satwa.
Detail Pelanggaran dan Dampaknya terhadap Lumba-lumba
Selain memaksa lumba-lumba tampil dalam kondisi tidak layak, investigasi juga menemukan pelanggaran lain yang serius. Ini termasuk kurangnya perlakuan yang bermartabat dan penuh hormat kepada hewan-hewan tersebut.
Kegagalan melaporkan insiden berbahaya, menyelenggarakan atraksi berbahaya tanpa izin, dan mengikutsertakan lumba-lumba yang sedang dalam perawatan medis dalam pertunjukan juga terungkap. Semua hal ini menunjukkan praktik pengelolaan yang buruk dan tidak bertanggung jawab.
Lebih lanjut, ditemukan pula permasalahan terkait jumlah interaksi manusia yang berlebihan, kurangnya evaluasi medis berkala, dan pengaturan suhu air yang tidak tepat. Kondisi-kondisi ini jelas dapat membahayakan kesehatan dan kesejahteraan lumba-lumba.
Peringatan Wisata Spiritual dan Risiko Konsumsi Teh Halusinogen
Di luar kasus Dolphinaris Barcelo, Pemerintah Inggris juga mengeluarkan peringatan terkait wisata spiritual di Meksiko yang melibatkan konsumsi teh halusinogen.
Wisata ‘Ritual Penyembuhan Maya’ ini, yang populer di kalangan wisatawan dan ditawarkan oleh beberapa operator pelayaran besar, menggunakan teh halusinogen seperti Yage, Ayahuasca, dan Bufo.
Teh-teh ini mengandung zat halusinogen kuat seperti DMT atau 5-MeO-DMT, yang ilegal di Inggris dan banyak negara lain. Konsumsinya tanpa pengawasan medis profesional menimbulkan risiko kesehatan yang serius.
Pemerintah Inggris memperingatkan adanya risiko tinggi gangguan mental, penyakit serius, hingga kematian akibat konsumsi teh halusinogen tersebut. Selain itu, wisatawan juga berisiko mengalami serangan, perampokan, dan pelecehan seksual selama upacara.
Lokasi ritual yang sering berada di daerah terpencil dan jauh dari fasilitas medis semakin meningkatkan risiko. Akses yang mudah melalui penyedia lokal atau pedagang kaki lima di pelabuhan juga menimbulkan kekhawatiran karena kurangnya regulasi dan pengawasan.
Meskipun belum ada peringatan resmi dari perusahaan pelayaran besar, Pemerintah Inggris sangat menyarankan wisatawan untuk menghindari wisata spiritual yang melibatkan konsumsi teh halusinogen di Meksiko. Kesehatan dan keselamatan wisatawan harus diutamakan.
Penutupan Dolphinaris Barcelo dan peringatan Pemerintah Inggris terhadap wisata spiritual di Meksiko menunjukkan pentingnya perlindungan kesejahteraan hewan dan keselamatan wisatawan. Kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk memprioritaskan etika dan keselamatan di atas keuntungan ekonomi.






