Makau, kota yang dikenal sebagai “Las Vegas-nya Asia”, tengah bertransformasi. Bukan hanya mengandalkan sektor perjudian yang selama ini mendominasi perekonomiannya, Makau kini membidik pasar baru: wisata edukasi. Langkah ini merupakan upaya diversifikasi ekonomi yang signifikan, mengingat sektor perjudian menyumbang lebih dari 80% pendapatan pemerintah sebelum pandemi COVID-19. Inisiatif ini menjanjikan potensi pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.
Pemerintah Makau, melalui Kantor Pariwisata Pemerintah Makau (MGTO), berkomitmen mengembangkan wisata edukasi dengan serius. Mereka telah melakukan berbagai langkah untuk mewujudkan ambisi ini, mulai dari studi pasar hingga seminar internasional.
Makau: Dari Kasino ke Kelas
Inisiatif wisata edukasi Makau terungkap dalam sebuah pesan dari MGTO kepada legislator Song Pek Kei. Pesan tersebut menginformasikan tentang panduan wisata edukasi yang sedang disusun. Panduan ini akan memuat detail berbagai fasilitas pendidikan di Makau, tersebar di berbagai distrik.
Panduan tersebut akan menjadi alat bantu bagi sekolah, kampus, dan lembaga pendidikan yang ingin menyelenggarakan studi banding di Makau. MGTO juga tengah menyiapkan video promosi yang akan disebarluaskan ke kalangan profesional pariwisata dan institusi pendidikan di dalam dan luar negeri.
Potensi Wisata Edukasi Makau yang Menjanjikan
Sebuah studi pasar yang dilakukan bersama Akademi Pariwisata China pada tahun 2022 menunjukkan potensi besar wisata edukasi Makau. Makau memiliki kekayaan budaya, sejarah, arsitektur, dan kuliner yang menarik bagi wisatawan edukatif.
Semua aset tersebut, menurut hasil studi, berpotensi besar dikembangkan menjadi produk wisata yang bernilai jual tinggi. Potensi ini semakin diperkuat dengan pertumbuhan pasar wisata pendidikan di China daratan yang fantastis.
Kerja Sama dan Pengembangan Berkelanjutan
Untuk mempercepat pengembangan wisata edukasi, MGTO dan otoritas wilayah Hengqin baru-baru ini menyelenggarakan Seminar Perjalanan Pendidikan Musim Panas 2025. Seminar tersebut dihadiri oleh agen perjalanan, institusi pendidikan, dan operator kamp studi dari Makau, Hengqin, dan China daratan.
Seminar ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dan membuka peluang pengembangan bersama. Pertumbuhan pasar wisata pendidikan di China daratan yang diperkirakan mencapai USD 41,38 miliar (Rp 637 triliun) pada 2028 menjadi pendorong utama langkah Makau ini. Makau dan Hengqin berharap dapat mengambil bagian dalam pasar yang sangat menguntungkan ini.
Langkah Makau untuk mengembangkan sektor wisata edukasi merupakan strategi cerdas untuk diversifikasi ekonomi. Dengan kekayaan budaya dan sejarah yang dimilikinya, Makau memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan wisata pendidikan yang diminati. Keberhasilan inisiatif ini akan menunjukkan transformasi Makau dari kota kasino menjadi destinasi yang lebih beragam dan berkelanjutan. Langkah ini juga memberikan gambaran menarik tentang bagaimana sebuah destinasi wisata dapat berevolusi dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana Makau terus mengembangkan sektor ini dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.






