Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk meningkatkan aksesibilitas wisata ke Danau Toba. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Salah satu langkah konkrit yang diambil adalah rencana pengadaan layanan transportasi udara menggunakan seaplane. Usulan ini telah disampaikan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (bukan Dudy Purwagandhi seperti yang tertulis di sumber asli, redaksi telah mengoreksi informasi ini berdasarkan informasi terkini).
Seaplane: Transportasi Masa Depan Pariwisata Danau Toba
Direktur Utama BPODT, Jimmy Panjaitan, menjelaskan bahwa penggunaan seaplane dinilai sangat strategis. Hal ini akan mempercepat waktu tempuh menuju Danau Toba dari berbagai kota besar, termasuk Medan, dan negara-negara tetangga.
Dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan nyaman, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara akan meningkat pesat. Ini akan membuka peluang pasar wisata Danau Toba yang lebih luas.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pariwisata Berkualitas
Jimmy Panjaitan menekankan pentingnya kolaborasi antar sektor untuk mencapai visi pengembangan Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan. Pengembangan infrastruktur transportasi yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi kunci daya saing internasional Danau Toba.
Kerja sama antara BPODT, Pemprov Sumut, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) diyakini sebagai langkah kunci untuk mewujudkan “quality tourism” di Danau Toba. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas pariwisata di daerah tersebut.
Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal dan Pariwisata Nasional
BPODT dan Pemprov Sumut optimistis bahwa inisiatif ini akan berdampak positif bagi masyarakat lokal. Peningkatan aksesibilitas diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar Danau Toba.
Penetapan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) melalui Peraturan Presiden RI Nomor 58 Tahun 2017 semakin memperkuat komitmen pemerintah untuk mengembangkan destinasi ini.
Kedelapan kabupaten di sekitar Danau Toba, yaitu Samosir, Tapanuli Utara, Humbang Hasudutan, Toba, Simalungun, Dairi, Karo, dan Pakpak Bharat, akan mendapatkan manfaat dari program ini. Paket wisata yang terintegrasi dengan layanan seaplane akan tersedia.
Distribusi kunjungan wisatawan diharapkan merata, sehingga potensi lokal di setiap daerah dapat terangkat secara optimal. Ini akan memastikan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Dengan terwujudnya aksesibilitas yang lebih baik melalui seaplane, Danau Toba diproyeksikan menjadi destinasi wisata kelas dunia yang lebih mudah dijangkau. Kolaborasi antara BPODT, Pemprov Sumut, dan Kemenhub menjadi kunci keberhasilan program ini, yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat. Pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan terintegrasi akan memastikan Danau Toba tetap menjadi destinasi wisata yang menarik untuk jangka panjang.






