Ancaman pencabutan status Geopark Kaldera Toba dari UNESCO Global Geoparks (UGG) oleh UNESCO berpotensi merusak citra pariwisata Indonesia di mata dunia. Hal ini disampaikan oleh Dewan Pakar Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Bidang Pariwisata, Taufan Rahmadi.
Jika masalah ini tak segera terselesaikan, Indonesia akan kehilangan kredibilitasnya dalam sektor pariwisata dan upaya konservasi lingkungan.
Ancaman Terhadap Pariwisata Indonesia
Indonesia saat ini memiliki 12 geopark yang terdaftar di UGG, salah satunya Geopark Kaldera Toba. Pencabutan status ini akan berdampak besar pada sektor pariwisata.
Taufan Rahmadi menegaskan, potensi hilangnya status ini merupakan ancaman serius bagi Indonesia sebagai destinasi wisata internasional.
Dampak Terhadap Konservasi dan Lingkungan
Kehilangan status UGG untuk Geopark Kaldera Toba juga akan melemahkan upaya konservasi dan perlindungan lingkungan di kawasan tersebut.
Risiko degradasi situs geologi akibat aktivitas ilegal seperti penambangan dan pembangunan infrastruktur yang tidak terkendali akan meningkat.
Langkah-langkah Penyelamatan Geopark Kaldera Toba
Untuk mencegah pencabutan status dan menjaga kelestarian Geopark Kaldera Toba, diperlukan upaya kolaboratif dari berbagai pihak.
Pemerintah dan pengelola geopark harus segera menyelesaikan rekomendasi UNESCO.
Peningkatan Edukasi dan Riset
Pentingnya kolaborasi dengan peneliti universitas untuk mengembangkan program edukasi yang komprehensif tentang geologi, budaya, dan ekosistem Toba.
Program edukasi ini perlu berbasis riset terkini agar efektif.
Revitalisasi Badan Pengelola
Revitalisasi badan pengelola meliputi pengalokasian anggaran operasional yang memadai, koordinasi antar kabupaten/kota, serta keterlibatan aktif pemangku kepentingan lokal.
Partisipasi aktif semua stakeholder sangat krusial dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan.
Pelatihan Manajemen Geopark
Pengelola Geopark Kaldera Toba perlu mengikuti pelatihan manajemen geopark, termasuk studi banding ke geopark lain, baik dalam maupun luar negeri.
Hal ini penting untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pengelola dalam menjalankan tugasnya.
Peningkatan Visibilitas
Peningkatan visibilitas Geopark Kaldera Toba dilakukan melalui berbagai media, seperti pemasangan signage, peta digital, dan kampanye di media sosial.
Transparansi dan akuntabilitas juga perlu ditingkatkan dengan mempublikasikan progres pembenahan secara rutin.
Taufan menyarankan pembentukan tim pemantau independen yang terdiri dari pakar dan akademisi untuk mengawasi implementasi rekomendasi UNESCO. Dengan kerja sama dan komitmen semua pihak, Indonesia dapat mencegah pencabutan status Geopark Kaldera Toba dan menjaga kelestariannya untuk generasi mendatang.






