Laporan terbaru Kantar BrandZ menempatkan Apple sebagai merek paling berharga di dunia. Nilai merek Apple mencapai USD 1,29 triliun (sekitar Rp 21,230 triliun), meningkat 28% dibandingkan tahun sebelumnya.
Ini menandai tahun ketiga berturut-turut Apple memimpin peringkat dan untuk pertama kalinya melampaui angka USD 1 triliun. Kantar menggunakan metode penilaian tiga tahap yang mempertimbangkan persepsi konsumen dan kinerja finansial perusahaan.
Dominasi Apple dan Pertumbuhan Merek Teknologi
Posisi Apple di puncak daftar BrandZ semakin mengukuhkan dominasinya di sektor teknologi. Google dan Microsoft menempati posisi kedua dan ketiga, dengan nilai masing-masing USD 944,1 miliar dan USD 884,8 miliar.
Amazon (USD 886,1 miliar) dan Nvidia (USD 509,4 miliar) melengkapi lima besar perusahaan paling berharga di dunia versi Kantar. Daftar tersebut juga mencakup sejumlah pemain teknologi lainnya.
Beberapa perusahaan teknologi lainnya juga masuk dalam daftar 100 merek paling berharga. Huawei berada di posisi ke-39, diikuti Snapdragon (Qualcomm) di posisi ke-38. Samsung turun dua peringkat ke posisi 78, sementara Xiaomi berada di posisi ke-96.
Pertumbuhan nilai merek Nvidia, Huawei, Xiaomi, dan Instagram mencuri perhatian, masing-masing mengalami peningkatan lebih dari 100%.
Pendatang Baru dan Pertumbuhan Pesat di Sektor Telekomunikasi
ChatGPT dari OpenAI menjadi pendatang baru yang menarik perhatian, langsung masuk ke posisi ke-60 dalam daftar 100 merek paling berharga. Kehadirannya menandai dampak signifikan kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia bisnis.
Di sektor telekomunikasi, Airtel, operator asal India, menorehkan prestasi sebagai merek dengan pertumbuhan paling pesat. Hal ini menunjukkan potensi pasar telekomunikasi di negara berkembang.
Secara keseluruhan, nilai gabungan 100 merek paling berharga dalam laporan Kantar mencapai USD 10,7 triliun. Angka ini mencerminkan kekuatan dan pengaruh merek-merek terkemuka di dunia.
Metodologi dan Implikasi Laporan Kantar
Metode penilaian Kantar BrandZ yang komprehensif mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk persepsi konsumen dan kinerja keuangan. Hal ini menghasilkan gambaran yang lebih akurat tentang nilai merek.
Laporan ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan dalam strategi branding dan pengembangan bisnis. Data yang disajikan dapat digunakan sebagai acuan untuk mengukur kinerja dan menetapkan tujuan.
Kesimpulannya, laporan Kantar BrandZ 2025 memberikan gambaran menarik tentang lanskap merek global. Dominasi Apple, pertumbuhan pesat merek teknologi tertentu, serta kemunculan pendatang baru seperti ChatGPT, menunjukkan dinamika pasar yang terus berkembang.
Laporan ini juga menyoroti pentingnya strategi branding yang kuat dan pemahaman mendalam tentang persepsi konsumen dalam menciptakan nilai merek yang berkelanjutan. Perkembangan pesat di sektor teknologi dan telekomunikasi menjadi sorotan utama yang patut diperhatikan.






