Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Rabu malam, 7 Mei 2025. Letusan tersebut cukup signifikan, mencapai ketinggian yang mengkhawatirkan. Informasi lebih lanjut mengenai erupsi ini dan imbauan bagi masyarakat sekitar akan diuraikan di bawah ini.
Erupsi Gunung Semeru: Letusan Mencapai 1 Kilometer
Gunung Semeru meletus pada pukul 19.16 WIB. Tinggi kolom letusan teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak gunung, atau setara dengan 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal ini dikonfirmasi oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, pada Kamis, 8 Mei 2025. Kolom abu yang dihasilkan berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal, mengarah ke barat. Aktivitas vulkanik ini terekam pada seismograf dengan amplitude maksimum 22 mm dan durasi 118 detik.
Sebelum erupsi besar ini, Gunung Semeru telah mengalami delapan kali erupsi kecil. Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.09 WIB, namun visual letusan tidak teramati.
Rekomendasi PVMBG dan Imbauan untuk Masyarakat
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi penting terkait aktivitas Gunung Semeru yang masih berada pada status Waspada (Level II). Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Zona bahaya utama yang harus dihindari terletak di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan. Aktivitas apa pun dilarang dalam radius 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
Selain itu, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru juga termasuk zona bahaya yang harus dihindari karena potensi lontaran batu pijar.
Potensi Bahaya dan Antisipasi
Masyarakat di sekitar Gunung Semeru perlu mewaspadai beberapa potensi bahaya. Aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak gunung berpotensi terlanda awan panas, guguran lava, dan lahar hujan.
Sungai-sungai yang perlu diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan juga berisiko mengalami lahar.
PVMBG terus memantau aktivitas Gunung Semeru dan akan memberikan informasi terbaru jika terjadi perubahan signifikan. Kerjasama dan kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi yang diberikan sangat penting untuk meminimalisir risiko.
Erupsi Gunung Semeru yang terjadi ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Pemantauan terus-menerus dan kepatuhan terhadap imbauan dari pihak berwenang merupakan kunci keselamatan bagi masyarakat di sekitar gunung berapi aktif ini. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana.






